Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Revitalisasi Pasar Tunggulsari Butuh Rp 19 M, Pemkot Gunakan Dana Hibah dari UEA

Damianus Bram • Selasa, 17 Januari 2023 | 14:50 WIB
LEBIH TERTATA: Rancangan DED untuk revitalisasi Pasar Tunggulsari. Rencananya pembangunan ulang pasar tradisional membutuhkan dana Rp 19 miliar. (ISTIMEWA)
LEBIH TERTATA: Rancangan DED untuk revitalisasi Pasar Tunggulsari. Rencananya pembangunan ulang pasar tradisional membutuhkan dana Rp 19 miliar. (ISTIMEWA)
RADARSOLO.ID – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta mulai menghitung kebutuhan anggaran revitalisasi Pasar Tunggulsari. Pembangunannya akan dikerjakan dalam waktu dekat. Sedikitnya diperlukan anggaran sekira Rp 19 miliar untuk melakukan pembangunan ulang pasar tradisional ini. Nantinya bentuknya akan menjadi bangunan dua lantai yang lebih representatif.

Kepala Disdag Kota Surakarta Heru Sunardi mengatakan, persiapan revitalisasi Pasar Tunggulsari sudah mencapai persiapan detail engineering design (DED).

"Alokasi revitalisasi Pasar Tunggulsari sekira Rp 19 miliar. DED-nya sudah siap, konsepnya bangunan dua lantai dengan akses mengikuti kondisi lanskap lokasi sekitar," ungkapnya, Senin (16/1/2023).

Dilihat dari desain yang disodorkan, Pasar Tunggulsari yang baru akan dibangun dengan konsep dua lantai dengan konsep bangunan green building yang ramah lingkungan. Ditambah sirkulasi udara yang baik dan pencahayaan alami yang bisa masuk ke bagian pasar, sehingga bisa meminimalkan penggunaan lampu di siang hari.

Sekilas konsepnya mirip dengan bangunan pasar tradisional yang baru seperti di Pasar Legi maupun di Pasar Senggol Purwosari.

"Pasarnya ada dua muka, nanti akses masuknya juga disesuaikan dengan lanskap yang ada. Karakteristiknya pasar tradisional yang memenuhi kebutuhan pokok warga sekitar dari Kelurahan Semanggi, Sangkrah, dan Kedunglumbu," terang Heru.

Untuk masalah pengerjaannya, revitalisasi Pasar Tunggulsari akan dikerjakan dan ditargetkan rampung pada tahun ini. Pengerjaan akan dilakukan secepatnya setelah dana hibah dari UEA itu diterima Pemerintah Kota Surakarta.

"Totalnya ada 182 kios dan los (19 kios dan 143 los). Untuk menunjang revitalisasi itu kami siapkan pasar darurat di Lapangan Losari (Semanggi), nanti anggarannya dari APBD Perubahan 2023 ini," paparnya.

Sekadar informasi, revitalisasi Pasar Tunggulsari masuk dalam skala prioritas proyek yang akan didanai dengan dana hibah dari Uni Emirat Arab (UEA).

Hal ini dilakukan karena keterbatasan APBD Kota Surakarta yang belum bisa menyentuh revitalisasi pasar tradisional secara menyeluruh. Oleh sebab itu sebagian dana hibah itu digunakan untuk pembangunan Pasar Tunggulsari.

"Dana hibah dari UEA akan digunakan untuk banyak hal, salah satunya perbaikan Pasar Tunggulsari," pungkas Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Pasar Tunggulsari #Dana dari UEA #UEA #Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka #Disdag Kota Surakarta #Revitalisasi Pasar Tunggulsari