Direktur utama store larilari.id Dyah Ayu menjelaskan, usahanya didirikan pada 2019. “Store di Kota Solo merupakan cabang kedua. Kami juga ada cabang di Batam. Gudang barang untuk dijual secara online ada di Jakarta. Saya lihat antusiasme warga Kota Solo dan sekitarnya untuk berolahraga cukup tinggi. Baik berlari maupun bersepeda,” paparnya di sela launching store larilari.id, Jumat (20/1/2023).
Hampir senada diungkapkan Dwi Sullivan, suami Dyah Ayu. Produknya fokus pada perlengkapan lari di pegunungan dan bersepeda. “Solo itu dikelilingi banyak pegunungan. Bisa ke Lawu, Merbabu, dan sebagainya. Akses untuk ke pegunungan itu lebih banyak di sini (Kota Solo),” ujarnya.
Apa yang membedakan larilari.id dengan toko perlengkapan olahraga lainnya? Ivan, sapaan akrab Dwi Sullivan menuturkan, produk di tokonya cenderung dikhususkan untuk olahraga ultra.
“Ultra itu yang jarak jauh. Misalnya lari kan ada yang 10 kilometer, marathon atau lari ke gunung,” ucap dia.
Bukan hanya itu, larilari.id juga support komunitas-komunitas pelari jarak jauh atau lari ke gunung.
“Misal ada kegiatan sharing season atau runner, bisa bertempat di sini. Bisa melalui brand ambasador kita untuk berbagai tips tentang lari dan nutrisi yang diperlukan pelari. Harapan kami, bisa dekat dengan komunitas. Berkembang bersama,” urai Ivan.
Adapun produk yang dijual di store larilari.id antara lain jersey, celana, kaus kaki, trail vest, naket belt, kacamata dan sebagainya.
Sementara itu, Alex, 34, salah seorang pengunjung store larilari.id menuturkan, perlengkapan olahraga lari dan bersepeda yang tersedia di toko setempat, komplet.
"Untuk kebutuhan nutrisi, kebutuhan peralatan, kalai misalnya di toko lainnya tidak ada, dis ini ada. Jadi memang lebih lengkap. Semoga menjadi jujukan penggemar olahraga lari dan bersepeda. Masyarakat juga giat berolahraga," pungkasnya. (mg1/mg2/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono