Ketua komisi II DPRD Kota Surakarta Honda Hendarto kaget dengan wacana tersebut. Sebab sebelumnya tidak pernah ada pembahasan terkait hal itu dalam beberapa rapat sebelumnya, khususnya saat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Kenapa tidak sejak awal disampaikan ada rencana penggunaan lahan Pasar Depok untuk Taman Balekambang, biar ada langkah penyikapan. Padahal kondisi ini kan menyangkut nasib para pedagang," keluh Honda.
Politikus PDIP itu meminta agar tidak ada satu pun rakyat, khususnya pedagang yang menjadi korban. "Yang harus dipastikan, jangan ada satu pun rakyat yang tertinggal, atau menjadi korban dari proses yang berjalan itu," pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta Heru Sunardi tak menampik dengan wacana tersebut. Namun pihaknya sudah punya solusi. Dimana akan merelokasi 80 an pedagang burung yang saat ini masih berjualan di sana. Mereka akan ditempatkan di jalur masuk belakang pasar, yang notabene hanya bersebelahan dengan area selter pedagang burung di Pasar Burung dan Ikan Hias Depok.
"Hanya digeser. Itu lokasinya dekat banget. Jadi nanti yang kami tampung adalah pedagang di selter yang aktif berjualan. Yang aktif pasti tertampung, termasuk pedagang di sisi timur. Tapi tidak teratur, nanti ditata biar rapi," papar Heru.
Untuk pedagang pasar tumpah yang biasa menggelar dagangan di sebelah selter pedagang burung pada akhir pekan, menurut Heru tak masuk dalam rencana relokasi atau penempatan di lokasi baru.
Dia juga belum tahu bagaimana skenario penanganan para pedagang pasar tumpah saat nanti harus pindah. "Kami belum bisa memikirkan. Nanti biar menyampaikan usulan ke pihak balekambang atau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta," tambah Heru.
Menurutnya, sudah ada detail gambar rencana pengembangan Taman Balekambang hingga area selter pedagang burung. Namun dia belum melihat secara langsung. Setelah ada gambaran, dinas akan mengumpulkan para pedagang burung di selter Pasar Depok untuk sosialisasi rencana pemindahan mereka. "Setelah rapat finalisasi, kami akan kumpulkan para pedagang untuk sosialisasi detail relokasi," pungkasnya. (atn/nik/dam) Editor : Damianus Bram