Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah mewanti-wanti masyarakat agar waspada akan potensi bencana seperti banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan sebagainya.
"Cuaca Ekstrem masih bisa terjadi hingga Februari. Sebab, musim penghujan diprediksi sampai April. Masyarakat tetap harus waspada akan potensi bencana yang bisa terjadi seawaktu-waktu," beber Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Jateng Iis Widya Harmoko
Antisipasi bencana juga dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta. Salah satunya dengan memangkas dahan-dahan pohon rimbun di sejumlah titik jalan umum.
"Cuaca ekstrem dan siklus hujan lebat masih berpotensi terjadi, kami maksimalkan dengan giat rempel pohon untuk mengurangi risiko terjadinya pohon tumbang," kata Kepala DLH Kota Surakarta Kristiana Hariyanti, Kamis (26/1/2023).
Kriteria pohon yang dipangkas adalah pohon-pohon rimbun yang dipandang cukup berbahaya jika patah atau tumbang. Khususnya yang berada di lokasi atau dahannya menjulang ke batas jalan. Seperti Jalan Slamet Riyadi, Jalan Adi Sucipto, Jalan Juanda, dan sejumlah ruas jalan lainnya.
"Kami pangkas karena membahayakan. Agar pohon bisa bertahan lebih kuat saat terhempas angin kencang," ujar dia.
Meski demikian, perampelan atau penebangan pohon tak boleh sembarangan dilakukan. Perampelan dahan pohon bisa dilakukan atas izin DLH, sementara menebang pohon harus dengan izin wali kota. Sebab itu upaya perampelan atau penebangan pohon harus disertai dengan pengawasan dari pemerintah.
"Harus dicek dulu kepentingannya untuk apa? Apakah benar-benar mendesak atau tidak? Jadi ya harus dengan pengawasan, jika warga membutuhkan bantuan bisa menghubungi kami," terang dia. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram