Mereka menyapa masyarakat yang kebetulan berada di lokasi. Termasuk mendatangi kawasan pertokoan. Beberapa warga tampak memasukkan angpao lewat mulut barongsai.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, Cap Go Meh berawal dari sebuah ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi pada masa pemerintahan Dinasti Han pada abad ke-17.
Digelar tertutup di kalangan istana dan para raja. Tapi setelah Dinasti Han berakhir, perayaan Cap Go Meh mulai dikenal masyarakat umum dan dirayakan secara lebih luas. (wa/dam) Editor : Damianus Bram