Kepala BPBD Kota Surakarta Nico Agus Putranto menjelaskan, setelah mendapat adanya informasi pembukaan pintu air WGM sejak Selasa (15/2/2023) malam, pihaknya langsung memantau ketinggian air melalui pos pantau Jurug.
"Meski kondisinya tidak hujan namun debit air Bengawan Solo naik terus. Karena itu kiriman dari Wonogiri, kebetulan Sukoharjo juga hujan. Jadi mendapatkan dua kiriman air. Tetapi hingga saat ini kondisinya masih siaga kuning," papar Nico.
Meski begitu, personel BPBD tetap disiagakan untuk antisipasi apabila ada luapan air sewaktu-waktu. Baik di pos pusat maupun titik rawan.
Soal titik rawan, lanjut Nico, antara lain ada di kawasan Demangan, Joyosuran, serta kawasan Jebres.
"Titik itu yang rawan terjadi banjir, dan juga langsung bersinggungan dengan Bengawan Solo, intinya pemantauan kita di tempat yang dekat dengan bengawan," jelasnya.
Selain itu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan DPUPR terkait pengerukan dasar sungai.
"Ini yang di sungai jenes ada perbaikan untuk pembuatan parapet. Untuk wewenang pengerukan di dpupr jadi kami selalu memantau terus agar sungai bisa lebih lancar," papar dia.
Nico berpesan kepada masyarakat untuk lebih waspada terlebih yang bersinggungan dengan Bengawan Solo. "Karena kita tidak tahu, sewaktu-waktu debit air bisa tinggi kapanpun. Apalagi intensitas hujan masih tinggi," pungkasnya. (atn/bun/dam) Editor : Damianus Bram