Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Kondisi Makam Ki Gede Sala Memprihatinkan

Damianus Bram • Jumat, 24 Februari 2023 | 04:00 WIB
KURANG PERHATIAN: Juru kunci makam Joko Saputro Adi saat mengecek kondisi atap di areal Makam Ki Gede Sala, Kamis (23/2/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
KURANG PERHATIAN: Juru kunci makam Joko Saputro Adi saat mengecek kondisi atap di areal Makam Ki Gede Sala, Kamis (23/2/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Makam Ki Gede Sala menjadi lokasi yang rutin dikunjungi Forkompimda Kota Surakarta. Namun kini kondisinya memprihatinkan. Dimana bangunan cagar budaya (BCB) ini tak terawat.

Hal tersebut bisa dilihat, saat memasuki pelataran makam terdapat sejumlah bangunan yang sudah mulai rapuh dan tak terurus lagi. Terdapat plang yang menjelaskan bila bangunan tersebut merupakan BCB dengan nomor register No.12/PSN/B.3/92 yang ditetapkan tahun 2014 lalu.

Terbengkalainya BCB ini dibenarkan oleh juru kunci makam Joko Saputro Adi. Dimana dia mengakui banyak bangunan yang rusak.

"Ini memang semakin banyak bangunan yang sudah tidak layak. Seperti atap pada makam Kyai Solo ini ada beberapa yang sudah mengalami rapuh pada kayunya. Terus belum lagi beberapa jenis bangunan fisik di atap itu juga mengalami kebocoran yang parah jika hujan tiba," ungkap Adi.

Menurutnya, selain pada atap di kawasan makam tersebut juga terdapat bangunan alas atau mester yang sudah mengalami keretakan yang semakin tahun semakin besar pada keretakan tersebut.

"Jika hal tersebut kita biarkan bisa berimbas pada robohnya bangunan. Ya terdapat sejumlah retakan dulu tidak sepanjang ini keretakannya Namun karena terus dibiarkan semakin bertambah sertakan mesternya ini," bebernya.

Adi juga menambahkan, belum lagi kalau hujan, airnya menggenang nyaris ke kijing. Ini membuat dia setiap harinya saat musim penghujan harus melakukan seorang diri untuk membuang air genangan di luar kawasan makam.

"Itu hampir setiap hujan deras maupun hujan ringan itu pasti menggenang airnya karena tidak ada sanitasinya. Jadi saya setiap hari kadang dibantu tetangga membersihkan genangan," jelasnya.

Areal makam juga setiap malamnya minim penerangan. "Jadi selama ini saya nunut listrik dari tetangga secara langsung, karena memang tidak ada belum ada aliran listrik sendiri untuk di makam ini. Jadi kalau malam ya gelap, cuman ada satu buah penerangan bohlam, itu pun nunut tetangga listriknya," papar Adi.

Dia juga mengakui tidak ada bantuan biaya perawatan BCB ini dari pemerintah. "Ya selama ini kalau hanya sekadar mengecat tembok pernah kami lakukan dengan biaya swadaya dari pengunjung makam. Tapi kalau bangunan fisik dan lainnya kami tidak ada biaya untuk melakukan itu. Selama ini kami hanya sebatas membersihkan, danmerapikan. Hanya seperti itu," imbuh pria yang mengakui bekerja serabutan tersebut.

Adi mengakui sejatinya makan pendiri Desa Solo yang namanya jadi nama Kota Solo ini bisa dibilang kurang perhatian. "Segala upaya sudah beberapa kali kami lakukan untuk meminta bantuan, atau perhatian dari pemerintah terkait. Baik dari tingkat kelurahan ataupun kedinasan, namun hingga kini juga belum ada tindakan upaya dari pemerintah terkait," paparnya. (atn/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Ki Gede Sala #Makam Ki Gede Sala #Kondisi Makam Ki Gede Sala #BCB