Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Segaran Sriwedari Bisa Jadi Embung di Tengah Kota

Damianus Bram • Jumat, 3 Maret 2023 | 14:50 WIB
RAMAI DIKUNJUNGI: Beberapa pemancing tengah mencari ikan di Segaran Sriwedari, Kamis (2/3/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RAMAI DIKUNJUNGI: Beberapa pemancing tengah mencari ikan di Segaran Sriwedari, Kamis (2/3/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Wacana pembuatan embung atau kolam retensi kembali digulirkan. Rencananya akan ada pembangunan satu infrastruktur pengendalian banjir di wilayah Joyotakan. Sembari menunggu itu, pemerintah bakal fokus pada normalisasi sungai dan optimalisasi Segaran Sriwedari.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan, rencana pembangunan embung atau kolam retensi tersebut usai rapat koordinasi penanganan dan pengendalian banjir di Solo bersama sejumlah pihak belum lama ini.

Kebutuhan akan infrastruktur penampungan air hujan itu jadi salah satu opsi yang dipilih guna optimalisasi pengendalian banjir di Kota Bengawan.

"Sudah kami lakukan pemetaan. Nanti kami mau penentuan lokasi untuk kolam retensi air. Tadi sudah ada opsi satu lokasi di Joyotakan," ujarnya, Kamis (2/3/2023).

Meski sudah ada pandangan perihal lokasi dimana kolam retensi itu akan dibangun, pemkot masih akan menunggu terlebih dahulu kejelasan lahan tersebut. Sembari menunggu itu pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait dalam upaya normalisasi sungai dan sejenisnya.

"Lokasinya mau ditelusuri dulu itu tanah siapa. Ditunggu wae. Kami tunggu kejelasan lokasinya dulu. Ini kebutuhan yang cukup mendesak, harapannya bisa segera dikerjakan dulu (normalisasi sungai, Red)," terang Gibran.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta Nur Basuki menambahkan, embung atau kolam retensi di sekitar pintu air Joyotakan Timur akan difungsikan untuk program ini. Andai pun tidak jadi, sejumlah tanah (area) Sungai Bengawan Solo atau sungai perkotaan yang sekiranya ada lahan yang mencukupi bisa difungsikan jadi kolam retensi.

"Yang di Joyotakan itu kalau lahannya milik pemkot bisa dialihkan. Nanti pekerjaannya dari pemkot, tapi tunggu dananya dulu," bebernya.

Sembari menunggu itu pihaknya akan memaksimalkan peran Segaran Sriwedari sebagai embung di tengah kota, mengingat anggaran penataan juga sudah disiapkan senilai Rp 1,8 miliar. Menurutnya, sebelum 1980, Segaran Sriwedari itu terbilang cukup luas sebelum diperkecil seperti saat ini. Upaya revitalisasi segaran ini akan akan diperlebar dan dikembalikan sesuai fungsinya seperti dulu. Yakni sebagai penampung air hujan dan pengendali banjir di pusat kota.

"Segaran dikerjakan tahun ini, dikembalikan seperti fungsi awal. Akan dikembalikan lagi sesuai luasan sebelumnya," papar Nur Basuki. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#kolam retensi #embung #Pengendalian Banjir #Pembangunan Embung #Segaran Sriwedari #Banjir di Solo #Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka