Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Kota Surakarta Taufan Basuki memastikan, persiapan lahan untuk pembangunan ulang Rusunawa Semanggi telah rampung 100 persen. Keberadaan dua tower 4 lantai di area seluas 8.000 meter persegi itu telah rata dengan tanah, siap digunakan untuk pembangunan rusunawa baru yang lebih nyaman untuk warga.
"Sudah diratakan, tinggal pemadatan sambil menunggu proses DED dan lelang pekerjaannya dari kementerian. Kemungkinan dikerjakan di awal 2024," terangnya Rabu (29/3/2023).
Penghapusan aset bangunan rusunawa yang lama itu dilakukan setelah 198 penghuni meninggalkan lokasi pada akhir 2022 lalu. Untuk masing-masing penghuni diberikan uang bantuan Rp 5 juta per KK.
"Pesangon Rp 5 juta itu untuk bantuan bagi warga karena harus sewa tempat baru selama ini dibangun. Setelah 198 unit itu kosong kami lakukan pembongkaran. Kemarin itu kami koordinasi hal ini dengan kementerian," terang Taufan.
Proses selanjutnya adalah penyiapan DED dari pemerintah pusat dan kemudian dilanjutkan dengan lelang dan sebagainya. Paling cepat bisa mulai dikerjakan awal 2024 dan selesai di akhir tahun yang sama.
"Pra lelang ini butuh dua bulan, kemudian penyiapan DED itu butuh enam bulan. Konsepnya, rusunawa itu akan dibangun dengan lebih modern dengan tambahan unit dan luasan kamar yang lebih luas dari sebelumnya," paparnya.
Walau DED masih dalam tahap penyiapan, bisa dipastikan fisik rusunawa bakal beda dengan sebelumnya. Selain dibuat lebih modern karena akan dilengkapi dengan lift. Tower rusunawa juga bakal lebih tinggi dari sebelumnya. Dimana dari empat lantai, nantinya akan menjadi delapan lantai.
Unit kamarnya pun bertambah dari yang semula 198 unit akan bertambah menjadi 248 unit. Rusunawa baru dipastikan lebih nyaman, karena luasan unitnya akan bertambah dari sebelumnya 21 meter persegi menjadi 36 meter persegi.
"Luasan kamarnya tambah dari sebelumnya 21 meter persegi menjadi 36 persegi. Kalau isinya sama, ada dua kamar, ruang keluarga, kamar mandi, dan area untuk cuci jemur. Bedanya hanya ruang keluarganya, ini nanti akan lebih luas dan ada tempat untuk jemurannya," beber Taufan.
Sementara itu Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menambahkan Rusunawa Semanggi membenarkan akan ada penambahan lantai dan luasan kamarnya.
"Unitnya jadi gede. Jadi 36 (tipe 36) meter persegi, jadi lebih manusiawi. Anggarannya dari Kementerian PUPR, selesai 2024," terangnya belum lama ini. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram