Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pasca Pembatalan Piala Dunia U20 bagi Kota Solo: Fasilitas Bertambah, Potensi PAD Melayang

Damianus Bram • Jumat, 31 Maret 2023 | 03:49 WIB
Stadion Manahan batal jadi venue Piala Dunia U-20. Hal ini menyusul pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Stadion Manahan batal jadi venue Piala Dunia U-20. Hal ini menyusul pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM – Pupus sudah harapan Kota Bengawan mencatatkan sejarah sebagai salah satu kota penyelenggara Piala Dunia U-20 setelah FIFA membatalkan event sepak bola dunia ini. Pemkot tidak mau meratapi kegagalan ini. Sejumlah event pengganti pun bakal disiapkan.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, menerima putusan FIFA dengan hati terbuka. Dia tidak mempermasalahkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang hilang ataupun besaran APBD yang digunakan untuk menyiapkan berbagai venue dan segala kegiatan infrastruktur penunjangnya.

"Ya wis, ndak apa-apa. Kecewa? Biasa saja. Nanti akan disiapkan langkah-langkah yang lainnya. Estimasi potensi PAD yang hilang tidak usah dipermasalahkan. Nanti kita cari event lain ya," hemat dia, Kamis (30/3/2023).

Soal refocusing anggaran yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan Piala Dunia U-20, apakah akan dialihkan untuk menunjang kegiatan lainnya, pemkot masih akan mengkajinya.

"APBD kan  sampai ada pergeseran anggaran untuk mendukung event ini. Tapi tidak apa-apa. Itu kan karena komitmen yang sudah disepakati. Semoga apa yang sudah dianggarkan kemarin, termasuk renovasi stadion yang sudah dijalankan tidak mubazir," tutur Gibran.

Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa menambahkan, segala persiapan yang dilakukan oleh pemkot tidak ada yang sia-sia. Sebab, masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya.

"Apakah pemkot dirugikan? Tidak. Tapi dampaknya pasti ada. Misal untuk UMKM, rumah makan, dan penginapan. Apalagi ini event internasional, tentu dampaknya besar,"  kata dia.

Disinggung soal potensi PAD yang hilang, Teguh mengatakan, pemkot tidak menghitung secara detail potensi itu karena baru sebatas perkiraan. Yang pasti hilang adalah sewa stadion yang digunakan saat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 nanti. Meski demikian, Stadion Manahan tetap bisa digunakan sehingga bisa tetap mendapat pemasukan dari sektor sewa stadion.

"Sewa stadion pun nilainya kan sama baik untuk dipakai Persis atau FIFA. Kami kan tidak boleh menaikkan nilainya karena ada standarnya. Artinya tinggal menghitung jumlah pertandingannya saja kan," terang dia.

Soal refocusing anggaran tidak ada hubungannya dengan Piala Dunia U-20. Tapi untuk pembiayaan 2023 ini. Sebab, Silpa 2022 tidak sesuai harapan, kemudian anggaran belanja lebih tinggi.

“Anggaran Piala Dunia dari FIFA. APBD hanya untuk fasilitas pendamping saja seperti perbaikan jalan, atau mempercantik Stadion Manahan dan lainnya,” ujar dia. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#FIFA U-20 World Cup #Pembatalan Piala Dunia U-20 #piala dunia u-20 #PAD Kota Solo #Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka #World Cup U-20