"Ruas tol Solo-Ngawi ini termasuk ruas yang relatif nyaman. Namun karena kenyamanannya, pengguna jalan sering kali lengah. Kami mengingatkan agar para pemudik mewaspadai sejumlah titik rawan tersebut," ungkap Direktur Utama (Dirut) JSN Mery Natacha Panjaitan, kemarin.
Menurutnya, tak jarang pengguna jalan lost control, sehingga sering terjadi kecelakaan di titik-titik rawan tersebut. Selain tiga lokasi rawan kecelakaan, Mery mengimbau pemudik agar mewaspadai titik-titik kepadatan. Ada empat titik kepadatan di sepanjang ruas tol Solo-Ngawi, seluruhnya ada di gerbang tol.
"Untuk titik kepadatan, ada di empat gerbang tol, yakni gerbang tol Colomadu, Ngemplak, Karanganyar, dan Sragen. Kami sudah mempersiapkan antisipasi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan atau kemacetan di keempat gerbang tol tersebut, sehingga para pengguna ataupun pemudik bisa melakukan perjalanan dengan lancar tanpa hambatan," bebernya.
Mery berpesan para pengguna tol untuk bisa beristirahat di rest area setelah empat jam berkendara. Berdasarkan kesepakatan dengan Polda Jawa Tengah, waktu istirahat di rest area maksimal 30 menit.
"Kami harapkan para pengguna jalan harus masuk test area setiap empat jam, paling tidak untuk beristirahat. Jadi analisa kami, empat jam itu adalah batas maksimal untuk tingkat konsentrasi para pengguna jalan boleh melakukan perjalanannya," tandasnya. (aya/nik/dam) Editor : Damianus Bram