"Tetap dilanjutkan (proyek pelebaran jalan di kawasan Pasar Nongko walaupun Piala Dunia U-20 batal), targetnya sebelum Lebaran selesai. Pedagangnya sudah kami siapkan tempat baru, tenang saja," ungkap Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.
Untuk mengakomodasi lima pedagang yang kiosnya dibongkar karena terdampak pelebaran jalan tersebut, Pemkot Surakarta menyiapkan lokasi baru di sekitar Shelter Hasanudin yang berada di dekat Hotel Agas.
"Ada lima bangunan yang terdampak, sudah sepakat nanti kami masukkan di Shelter Hasanudin. Kalau sebelumnya mereka difasilitasi dan bayar sewa ke PT KAI, sekarang mereka kami fasilitasi dan cukup bayar retribusi. Satu pedagang dapat satu titik," imbuh Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi.
Walau sudah ada solusi terkait lokasi baru, sebagian pedagang terdampak memilih menyewa lokasi baru lantaran lokasi yang ditawarkan pemerintah kota dianggap tak representatif. Area yang tidak terlalu luas itu dinilai kurang layak untuk bisa digunakan untuk melanjutkan usaha pedagang terdampak.
"Saya sewa ruko di sebarang jalan (di seberang lokasi terdampaknya, Red). Pilih disini karena yang ditawarkan itu tidak cukup luas, ukurannya hanya 2x3 meter. Ini untuk menaruh barang saja nggak muat. Ya kalau bisa pemkot bantu memperjuangkan, dan ongkos bongkarnya ditambah," harap Ahmad Triyanto, pemilik bengkel Jaya Motor terdampak pelebaran Simpang Pasar Nongko. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram