Prosesi ini dimulai dari dalam gereja. Pada umat yang hadir diajak keluar untuk menyaksikan peristiwa yang dibawakan secara teaterikal tersebut. Dalam visualisasinya, ada 14 peristiwa yang dibawakan oleh sekelompok aktor dari berbagai usia.
Peristiwa pertama dimulai dari Yesus dihukum mati. Visualisasi mengambil momen dari sisi pengadilan hingga akhirnya diputus dengan hukuman mati atas desakan pemuka agama kala itu. Peristiwa kedua mengisahkan Yesus memanggul kayu salib menuju Bukit Golgota atau Bukit Tengkorak sebagai lokasi eksekusi hukuman mati untuknya.
Visualisasi dilanjutkan dengan 12 peristiwa lainnya seperti Yesus jatuh untuk pertama kali, perjumpaan dengan ibundanya, yakni Bunda Maria. Ada juag visualisasi Yesus ditolong Simon dari Kirene, lalu wajah Yesus diusap Veronica.
Visualisasi lainnya, yakni Yesus jatuh untuk kedua kalinya, Yesus menghibur para perempuan yang menangis, Yesus jatuh untuk ketiga kalinya, kemudian pakaian Yesus ditanggalkan, hingga Yesus disalibkan.
Lalu masuk ke prosesi wafatnya Yesus di Kayu Salib, kemudian jenazah Yesus diturunkan dari Kayu Salib, hingga Yesus dimakamkan.
Visualisasi ini dimulai dari pukul 08.00 dan berakhir pukul 09.20.
"Visualisasi jalan salib kembali diadakan setelah berhenti selama pandemi Covid-19. Persiapannya sudah dilakukan sejak November tahun lalu, sementara latihannya dimulai Januari 2023 lalu," terang salah seorang pendamping orang muda Katolik (OMK) Shelvyana Rhajani.
Ratusan umat katolik hadir dalam prosesi ini. Mereka kembali diingatkan tentang perjuangan sang juru selamat dalam penebusan dosa manusia.
"Visualisasi memang tidak setiap tahun digelar, jadi saat ada informasi seperti ini pasti banyak umat yang mengikuti. Semoga Paskah tahun ini menjadi momen kebangkitan bagi semua orang," ucap Antonius, salah seorang jemaat yang mengikuti visualisasi itu.
Pastor Paroki Aloysius Mojosongo Romo Maternus Minarta menjelaskan jalan salib merupakan rangkaian Jumat Agung sebelum misa Jumat Agung digelar pukul 15.00 dan 18.00. Jalan salib dikemas dalam dramatisasi dengan suasana doa dengan artian gereja mengajak orang muda terlibat merefleksikan peristiwa puncak karya keselamatan berupa kematian dan kebangkitan Tuhan. Umat katolik diharapkan menjadi duta damai serta ikut mengambil peran dengan membangun hidup yang kondusif bersama warga lainnya.
"Pesan Paskah ini adalah kita diutus untuk damai dengan diri sendiri, damai dengan sesama, dan damai dengan Tuhan," pungkasnya. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram