Ada empat lokasi yang disambagi rombongan dalam giat ramcek kali ini seperti garasi PO Mulyo Indah, PO Mata Trans, PO Yes, dan PO Rosalia Indah. Di setiap garasi tersebut, petugas mengecek kelengkapan surat-surat penting hingga pengecekan fisik kendaraan.
"Ramcek terhadap armada bus yang akan melayani masa angkutan Lebaran," kata Kabid Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungam Kota Surakarta Henry Satya di sela kegiatan kemarin.
Untuk pengecekan surat-surat penting dimulai dengan memastikan SIM pengemudi dan STNK masing-masing armada. Kemudian pengecekan masa berlaku surat pengawasan dan surat izin trayek. Setelah itu baru pengecekan fisik seperti lampu utama, lampu sen, klakson, wiper, band, rem, keberadaan APAR, pemecah laca darurat, dan sebagainya.
"Jika ada yang tidak lengkap armada akan ditunda untuk beroperasi dan harus dilengkapi dahulu sebelum difungsikan. Sementara yang lolos uji ditempeli stiker berlogo kemenhub," terang dia.
Stiker berlogo Kemenhub ini bisa dijadikan acuan bagi pemudik yang hendak menempuh perjalanan jalur darat via moda transportasi bus. Masyarakat bisa melihat dengan seksama keberadaan stiker tersebut pada bagian kaca depan kendaraan.
Armada yang sudah berstiker Kemenhub itu dipastikan telah lolos ramcek yang dilakukan oleh pemerintah. Ini penting dilakukan mengingat perjalanan menggunakan bus masuk tiga besar pilihan moda transportasi terfavorit dengan persentase 18 persen dari 123,8 juta orang peralu perjalanan pada Masa Angkutan Lebaran 2023 ini.
"Ini dilakukan rutin karena bus-bus ini H-7 diprediksi sudah melintas di jalanan. sehingga dilakukan H-9 ini. Kalau SOP sopir harus ada sopir cadangan dalam setiap perjalanan dan istirahat setelah menempuh 6 jam perjalanan," imbuh Henry.
Direktur PO Mulyo Indah Joni Sun mengatakan, kegiatan ramcek itu rutin dilakukan dari pemerintah saat momen-momen liburan yang berpotensi menimbulkan pergerakan masyarakat. Pada Lebaran tahun ini sedikitnya ada tujuh armada yang akan digunakan oleh PO Mulyo Indah untuk melayani penumpang dengan trayek Yogyakarta-Solo-Bogor itu.
"Tadi sudah dicek fisiknya, kemudian sopir juga diberi arahan untuk jaga kesehatan, jangan makan minum sembarangan. Ini kami terapkan sebagai aturan," imbuh dia. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram