"Pasar Klewer ini dekat dengan Kampung Batik Kauman. Nah, akses menuju Pasar Klewer itu kurang lancar. Pengunjung harus mengitari alun-alun lebih dulu, baru masuk Klewer. Kalau bisa, pengaturan lalu lintas bisa lebih memudahkan pengunjung. Aksesnya bisa langsung ke Pasar Klewer," beber Ketua Paguyuban Pengusaha Batik di Kampung Batik Kauman Gunawan Setiawan kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (8/5/2023).
Gunawan mengusulkan, akses ke Pasar Klewer tidak harus melewati supit urang Keraton Kasunanan. Namun pengunjung bisa langsung belok menuju Pasar Klewer dari Gladag dan alun-alun. Agar kunjungan dalam jumlah besar menggunakan bus wisata bisa dengan mudah menjangkau Pasar Klewer.
"Kenapa saya lihat Pasar Klewer agak terbatas kunjungannya, karena aksesnya yang sulit. Bukan minat masyarakat terhadap batik yang berkurang," ujarnya.
Menurut dia, kunjungan wisata ke Kota Solo untuk berburu batik masih cukup tinggi. Terbukti, Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Laweyan masih tetap menjadi tujuan wisata sampai sekarang. Ditambah lagi, makin menjamurnya toko-toko batik di Kota Solo.
"Ini bukti permintaan batik tinggi. Sekarang banyak toko batik bermunculan," sambungnya.
Gunawan mengimbau Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mempertimbangkan soal akses menuju Pasar Klewer itu. Agar pengunjung semakin mudah menjangkau Pasar Klewer. Selain untuk berbelanja, sekaligus berwisata.
"Itu kemungkinan besar bisa mempengaruhi jumlah kunjungan ke Pasar Klewer," pungkasnya. (aya/bun/dam) Editor : Damianus Bram