Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tirtonadi Bandiyono menjelaskan, maraknya tukang ojek yang masuk jalur bus priority, karena terminal ini dijadikan parkir khusus pengunjung Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta yang menggunakan bus pariwisata. Penertiban dilakukan, demi meminimalkan potensi kecelakaan antara sepeda motor dengan bus.
“(Jalur) bus priority itu secara aturan kan hanya untuk bus. Jadi kendaraan lain tidak boleh lewat, termasuk pengantar penumpang maupun ojek. Karena rawan terjadi kecelakaan,” ungkap pria yang akrab disapa Bandi tersebut.
Ditambahkan Bandi, jumlah tukang ojek yang nekat masuk jalur bus priority semakin hari kian meningkat. Dalam sehari, tak kurang belasan tukang ojek yang melintas. Baik mengantar maupun mengambil penumpang yang hendak berwisata religi ke Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta. “Maka kami sidak sekaligus sosialisasi aturan jalur bus priority ,” imbuh Bandi.
Selanjutnya, pengelola terminal akan memberikan pintu khusus bagi tukang ojek. Tepatnya di sisi timur terminal.
“Kami fasilitasi di di sisi timur, agar ojek tidak perlu masuk jalur bus priority. Di sana sudah kami siapkan batas pengantaran dan penjemputan ojek. Sekaligus kami tempatkan petugas keamanan juga ,” bebernya.
Sementara itu, parkir gratis bagi bus pariwisata di Terminal Tirtonadi dilengkapi shutle bus yang disediakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta. Karena jumlah kunjungan wisata ke Masjid Zayed cukup tinggi, shuttle bus yang disediakan kerap kewalahan memberikan layanan. Karena itu ojek jadi opsi lain bagi wisatawan. (atn/fer/dam) Editor : Damianus Bram