Dalam momen tersebut, prosesi pemberangkatan jenazah dari rumah duka hingga prosesi pemakaman di Bekonang Sukoharjo diiringi dengan isak tangis keluarga.
Sejak pagi, rumah duka yang ada di Jalan Arifin No. 115 Kepatihan Kulon, Jebres telah dipadati ratusan pelayat. Mereka datang dari berbagai wilayah. Di berbagai sudut rumah duka itu juga dipenuhi dengan beragam karangan bunga dan ucapan bela sungkawa. Seperti dari Anies Baswedan dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
"Atas nama keluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua khilaf bapak salah bapak. Baik sengaja maupun tidak. Semoga bapak ibu ikhlas memaafkan bapak kami," ucap Laila Istiana, anak pertama almarhum pada sejumlah pelayat yang hadir pagi itu.
Abdul Rozaq Rais meninggal di usia 77 tahun setelah sempat dirawat di IGD di RS PKU Muhammadiyah Surakarta untuk beberapa saat. Almarhum menghembuskan nafas terakhir pasa Selasa (24/5/2023) sore, pukul 15.30 karena sakit yang dideritanya.
"Mohon doanya semoga bapak husnul khotimah. Maturnuwun, terimakasih atas bantuan yang telah diberikan yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Baik sejak bapak gerah, maupun bapak dimakamkan. Semoga jadi amal solihah bapak ibu semuanya," ucap Laila sambil menahan tangisnya.
Sosok almarhum dikenal baik di kalangan Muhammadiyah, mengingat dia lama mengabdi dan terakhir sempat menjadi ketua majelis PKU Muhammadiyah sekira 15 tahun lamanya.
"Insya Allah adik saya husnul khotimah. Pernah mengabdi di Muhammadiyah, pernah juga berkarir politik. Semoga jadi amalan baik untuk almarhum," ungkap Amien Rais, kakak kandung almarhum yang juga menjabat Ketua Majelis Syuro Partai Ummat tersebut.
Sebelum diberangkatkan ke pemakaman, Amien membacakan doa terbaik untuk adik keduanya itu.
"Di dalam surah Al Imran ada ayat berbunyi, jadi setiap nyawa pasti akan menemui kematian. Karena itu barangsiapa dijauhkan oleh Allah dari neraka dan dimasukkan dalam surga, maka sesungguhnya betul-betul mendapatkan kemuliaan," tutup Amien. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram