Ditemui usai sidak, Ketua Komisi IV DPRD Surakarta Djanjang Sumaryono Aji menuturkan secara umum, kondisi lokananta saat ini sudah sangat baik ketimbang dulu. Namun ada beberapa yang dia sarankan kepada pengelola.
Catatan pertama, lanjut Djangang, adalah keluhan warga yang kerap terganggu ketika digelar event musik metal atau cadas dilokasi tersebut. "Sempat masuk ke kita. Jadi masyarakat yang tinggal di sekitar lokananta Terganggu kalau disini untuk pentas cadas. Karena suaranya tembus sampai pemukiman," ujarnya.
"Apalagi kalau eventnya digelar sampai malam hari. Menggangu waktu istirahat warga. Sehingga kami pesan pada pengelola, apabila ada EO atau promotor yang akan menggelar konser metal diarahkan ketempat lain. Karena tidak bisa dipungkiri, belakang gendung ini masuk pemukiman warga, masuknya Kerten. Jadi kalau mau menggelar musik bisa dengan genre lain. Jangan sampai memaksakan, malah timbul gejolak," papar Djanjang.
Diungkapkan Djanjang, catatan lain yang diberikan adalah tidak ada kaca pelapis di dinding yang memajang deretan foto perjalanan musik Indonesia yang menjadi koleksi dari Lokananta digedung musium.
"Satu bisa kena debu, kedua kalau ada pengunjung nakal bisa merusak atau mengambil koleksi. Padahal display foto ini punya nilai historis. Jadi penutupnya harus rapat sehingga awet. Bisa dinikmati sampai anak cucu kita nanti," ungkap dia.
Diungkapkan Djanjang, Lokananta ini nantinya bisa menjadi destinasi wisata maupun lokasi event musik baru di Kota Bengawan. "Bisa untuk live musik juga. Tadi yang outdoor sudah siap, yang Indoor masih proses," ujarnya
"Kemudian untuk koleksi musim juga lengkap. Mulai dari alat musik tradisional sampai yang modern. Sudah bisa menggambarkan perjalan musik kita. Kemudian ruang rekamannya juga baru, dirombak total. Grand opening ada rekaman disitu juga. Kemudian juga ada stand UMKM juga," kata Djanjang.
Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta Ekya Sih Hananto. Dia menuturkan perubahan yang terjadi di Lokananta sangat luar biasa setelah masuk program 17 prioritas pembangunan Walikota Surakarta.
"Kita tahu, gedung ini dulu sudah setengah mangkrak karena jarang ada pembangunan. Sekarang sudah berbenah, sudah ada perubahan signifikan. Mulai dari lokasi konsernya, musium, studionya, hingga pusat kuliinernya," ujar Ekya.
Dengan renovasi ini, lanjut Ekya, diharapkan bisa mengembalikan masa emas Lokananta seperti waktu lampau. "Bisa banyak musisi, baik daerah maupun nasional rekaman disini. Kembali ke masa lalu. Kembali menjadi ikon musik Indonesia. Karena seperti yang kita tahu, rekaman musik pertama kali dilakukan disini. Dengan adanya rekaman dan event musik, tentu akan menambah PAD kita," pungkas Ekya. (atn/dam) Editor : Damianus Bram