Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed, Munajat mendukung penuh upaya Pemkot Surakarta untuk menghadirkan tempat baru yang khusus menjual cinderamata dan oleh-oleh khas yang berhubungan dengan Masjid Zayed maupun wisata religi yang ada di Solo. Keberadaan pusat cinderamata dan oleh-oleh itu dipandang makin melengkapi daya tarik dan pesona masjid hibab dari pemerintah Uni Emirat Arab itu.
"Kunjungan saat ini sudah 30 ribu orang/hari, jadi jumlahnya sudah seperti weekend. Kita dorong untuk cinderamata dan oleh-olehnya, soalnya potensu kunjungannya besar," kata dia, Minggu (4/6/2023).
Disinggung soal rencana penggunaan dua pasar tradisional yang cukup dekat dengan lokasi masjid untuk dijadikan pusat cinderamata dan pasar oleh-oleh seperti di Pasar Ngemplak dan Pasar Ngudi Rejeki Gilingan. Pihaknya juga berharap kedepan ada penataan pedagang kaki lima di sekitar menimbang kepadatan pengunjung dan lalu lalang kendaraan yang terus meningkat hingga saat ini.
"Kita gerakkan masyarakat untuk cinderamata dan oleh-oleh itu. Kita komunikasikan dengan pemkot agar bisa memanfaatkan pasar-pasar itu," hemat dia.
Terpisah, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mebenarkan rencana pemanfaatan dua pasar tradisional untuk pusat cinderamata dan oleh-oleh. Saat ini Dinas Perdagangan tengah memastikan berapa kapasitas dan lokasi mana yang bisa digunakan untuk kegiatan itu, sementara Dinas Koperasi UMKM dan Perindusterian tengah melakukan kurasi terhadap UMKM yang nantinya dianggap layak untuk menjual cinderamata dan oleh-oleh khas itu.
"Ya nanti jualannya seperti sajadah, baju koko, dan lainnya. Mungkin ada kaos bergambar Masjid Zayed, magnet berbentuk Masjid Zayed, gantungan kunci, dan sebagainya," hemat Gibran. (ves/dam) Editor : Damianus Bram