Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Pengunjung Meningkat: Masjid Raya Sheikh Zayed Sesak, Terminal Overload

Damianus Bram • Kamis, 8 Juni 2023 | 14:30 WIB
RAMAI: Salah satu keluarga tengah berswafoto di area Masjid Raya Sheikh Zayed, Rabu (31/5/2023). Masjid bangunan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) ini hampir tiap hari diserbu pengantar jamaah haji.
RAMAI: Salah satu keluarga tengah berswafoto di area Masjid Raya Sheikh Zayed, Rabu (31/5/2023). Masjid bangunan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) ini hampir tiap hari diserbu pengantar jamaah haji.
RADARSOLO.COM – Peningkatan pengunjung terjadi di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo muncul sejak dua pekan terakhir. Diperkirakan karena kedatangan para pengantar calon jamaah haji (CJH), yang mampir setelah berada di Embarkasi Solo. Dampaknya, parkir bus pariwisata di area Terminal Tipe A Tirtonadi Solo overload untuk menampung calon mengunjung Masjid Zayed.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tirtonadi Solo Bandiyono menjelaskan, banyaknya bus pariwisata yang parkir di terminal ini masuk dalam momentum ibadah haji 2023. Tercatat dalam satu hari bus wisata yang masuk ke Terminal Tirtonadi hampir menyentuh 120 buah dengan penumpang kurang lebih 4.000 orang. Kondisi tersebut meningkat ketika akhir pekan.

“Antusiasme masyarakat terhadap Masjid Zayed cukup luar biasa. Terlebih ini tengah momentum ibadah haji di Asrama Haji Donohudan. Para pengantaran haji sebagai besar langsung menuju ke Masjid Zayed untuk berwisata islami,” ungkap Bandiyono.

Banyaknya pengantar yang datang bersamaan, tentu menyebabkan tempat parkir terdekat Masjid Zayed yakni di Terminal Tirtonadi jadi full dengan bus dan penumpang. Hal tersebut menyebabkan operasional dari shuttle bus Masjid Zayed sedikit kewalahan.

“Melihat banyaknya pengunjung yang datang kemari, kami membutuhkan dukungan angkutan lanjutan dari pihak dishub. Karena memang pengunjung sangat luar biasa banyaknya yang datang,” ujarnya.

Untuk saat ini shuttle bus yang membawa pengunjung tersedia sebanyak enam unit dengan maksimal penumpang sebanyak delapan hingga 10 orang.

Pihak Tirtonadi juga berusaha maksimal untuk melayani ribuan pengunjung yang parkir. Mengingat yang datang kebanyakan dari luas Solo, mulai dari Grobogan, Wonosobo hingga Pekalongan.

“Kalau kami lihat jadwal penerbangan haji, momen dari wilayah Tegal, Pekalongan, Batang itu cukup tinggi juga yang langsung berwisata ke Masjid Zayed,” jelasnya.

Meski parkir bus wisata membludak di Terminal Tirtonadi, Bandi mengatakan hal tersebut tidak mempengaruhi operasional di lapangan.

“Karena lahan parkir yang kami sediakan tidak pada jalur operasional terminal,” pungkas Bandi.

Soal permintaan dari pihak terminal untuk menambah armada, Kepala Dishub Surakarta mengaku untuk saat ini belum bisa dilakukan. Karena perlu persiapan karena terkait armada dan driver-nya.

“Karena baik armada dan driver juga terbatas. Kemudian harus melayani rute reguler juga, jadi tidak bisa difokuskan ke sana. Pelayanan kurang maksimal karena shuttle harus memutar. Di mana sekali jalan bisa menempuh waktu 40 menit. Belum lagi kalau ada kereta melintas di palang Balapan, waktu tempuhnya bisa bertambah," urai Taufiq.

Meksi begitu, lanjut Taufiq, bukan berarti pihaknya tutup mata. Dishub sendiri sudah berkoordinasi dengan para ojek pangkalan maupun taksi yang biasa mangkal di sekitar Terminal Tirtonadi untuk ikut membantu mengangkut para pengunjung.

"Ini sangat membantu. Karena biasanya saat pengunjung ramai, taksi yang berada di terminal akan menghubungi teman-temannya. Sudah kami wanti-wanti, jangan sampai ngepruk harga. Kemarin sempat tanya beberapa pengunjung, sekali jalan, mereka rata-rata ditariki tarif Rp 10 ribu sekali jalan. Bisanya bisa mengangkut hingga enam penumpang. Menurut saya itu masih harga normal," papar Taufiq. (atn/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Masjid Sheikh Zayed #Masjid Raya Sheikh Zayed Ramai #Masjid Zayed #Masjid Raya Sheikh Zayed #Terminal Tipe A Tirtonadi #terminal tirtonadi