Di antara banjir pujian akan megahnya Masjid Raya Sheikh Zayed, ternyata adanya persoalan malah membuat sedikit catatan buruk untuk pengelolaan masjid ini
Untuk memaksimalkan pengelolaannya, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka bakal mengevaluasi manajemen dan sejumlah rekanan yang ada saat ini.
Pertama masjid ini diterpa isu miring, keluhan seorang pemilik warung makan yang belum dilunasi oleh sejumlah rekanan kontraktor yang mengerjakan konstruksi masjid. Sejumlah pihak turun tangan hingga akhirnya ongkos makan pekerja senilai Rp 145 juta itu dibayar lunas.
Kabar miring lain muncul seputar carut marutnya pengelolaan parkir. Salah satunya terkait tarif berlebihan secara ilegal yang diprotes para pengunjung.
Kini terbaru, ratusan karyawan protes. Ini sebagai aksi simpatik terhadap salah satu rekannya yang dipecat secara sepihak karena menerima uang tips parkir dari salah seorang pengguna jasa parkir yang berkunjung ke Masjid Zayed.
"Perlu dievaluasi manajemennya," kata Wali Kota Surakarta, Gibran saat ditemui sejumlah awak media, kemarin (19/6/2023).
Soal karyawan outsourcing yang dipecat karena dapat tips, Gibran mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Ini guna mengetahui duduk perkara dari persoalan yang terjadi.
"Ceritane dowo, tapi wes tak rampungke. Tidak jadi dipecat. Mengko tak rampungke, ki soale pihak ketiga (urusannya dengan pihak ketiga, Red). Tapi aku wes komunikasi juga kok," beber Gibran.
Sementara itu Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Munajat mengatakan, persoalan yang terjadi dengan karyawan outsourcing itu urusannya langsung dengan pihak ketiga, selaku pengelola karyawan.
Pihaknya telah memfasilitasi karyawan dan manajemen terkait untuk mediasi belum lama ini agar lebih terbuka dan tidak ada yang merasa dirugikan. "Pihak vendor (PT. Arsa) sudah berdialog dengan karyawan, soal sejauh mana kelanjutan kami juga masih menunggu detail kesepakatannya. Pengurus masjid mencoba yang terbaik bagi karyawan dan manajemennya agar pelayanan di masjid juga tidak terganggu. Kedepan nanti akan rumuskan bersama, seluruh stakeholder yang terlibat di masjid akan dikumpulkan semua bersama Pemkot Surakarta biar satu visi begitu," beber Munajat. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram