Ketua TP PKK Kota Surakarta Selvi Ananda mengungkapkan, peluncuran aplikasi tersebut dilakukan guna memudahkan kerja keder-kader PKK yang ada di wilayah Kota Solo. Aplikasi ini bisa berbagai data dan program kerja yang ada di tingkat lingkungan, hingga tingkat kota. Tentunya bisa diakses dengan lebih mudah, sehingga berdampak positif pada langkah kerja yang dilakukan di lingkungan masing-masing.
"Intinya aplikasi itu untuk memudahkan kerja kader PKK dalam pengumpulan data. Tidak perlu pakai kertas dan secara manual lagi, sekarang tinggal input data langsung bisa sampai tingkat kota. Jadi kalau jadi butuh data tinggal akses, kedepannya kerjanya lebih enak," bebernya, kemarin (20/6/2023).
Pihaknya berharap aplikasi itu bisa memberikan dampak yang baik terhadap program-program PKK. Mengingat isu stunting masih jadi persoalan utama yang harus dituntaskan.
Oleh sebab itu diperlukan upaya ekstra hingga tingkat lingkungan, guna menuntaskan kasus stunting yang ada di Kota Bengawan.
"Upaya pengendalian stunting, yang sudah dilakukan akan kami lakukan terus. Tentunya akan menggandeng berbagai pihak untuk pengendalian. Kemarin banyak yang diwujudkan dengan pemberian bahan makan seperti ikan, telur, juga digelarnya pasar murah. Ini salah satu upaya untuk menekan stunting. Intinya jangan sampai ada kasus baru," terang Selvi
Sekadar informasi, Pemerintah Kota Surakarta mencatat 1.050 kasus stunting muncul hingga Februari lalu. Yakni dari data dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DP3AP2KB) yang dirilis dalam giat diseminasi hasil audit kasus stunting Kota Surakarta 2023. "Solo PR (pekerjaan rumah)-nya masih banyak sekali. Sekali lagi saya titip masalah stunting, kesehatan, hingga masalah anak putus sekolah ke bapak/ibu pengurus PKK," terang Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dalam Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK kemarin. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram