Kepala Bapenda Kota Surakarta Tulus Widajat mengaku target realisasi PBB-P2 mencapai Rp 102 miliar. Saat ini capaiannya sudah menyentuh angka 24,11 persen. Memaksimalkan serapan pajak, Bapenda melakukan sejumlah optimalisasi di berbagai sektor. Termasuk melalui mekanisme penagihan pajak-pajak yang belum terbayarkan.
“Mulai Juli yang buku lima sudah kami luncurkan. Termasuk tunggakan-tunggakan yang sudah bertahun-tahun, akan kami klarifikasi. Karena pemerintah sudah menyusun tim pengawasan dan penertiban pajak daerah. Tugasnya mengoptimalkan penerimaan pajak,” kata Tulus usai dia kemarin.
Diakui Tulus, kondisi ekonomi pascapandemi Covid-19 terus membaik. Sehingga tingkat partisipasi WP dalam membayar PBB-P2 lebih tinggi dibanding 2022 lalu. Di mana saat itu partisipasi masyarakat telah mencapai 85 persen. “Pajak sangat dibutuhkan bagi kelangsungan pembangunan di Kota Surakarta,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Wali (Wawali) Kota Surakarta Teguh Prakosa berharap masyarakat lebih tertib memenuhi kewajiban mereka dalam membayar pajak. Karena pajak yang dibayarkan itu akan dikembalikan ke masyarakat melalui berbagai program. Selain itu, pemkot juga mengapresiasi para WP yang tertib membayar pajak. Salah satunya melalui gebyar hadiah.
“Undian berhadiah ini hanya sebagian kecil saja yang diberikan pemkot kepada masyarakat. Manfaat dari kewajiban membayar pajak adalah pembangunan. Baik infrastrukrur, kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Ini uang dari rakyat, semua dipertanggunjawabkan dan dikembalikan ke rakyat,” tutur wawali. (ves/fer/dam) Editor : Damianus Bram