Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Operasi Patuh Candi 2023: Penegakan Pelanggaran Lalin dengan Mobil Strobo

Antonius Christian • Selasa, 11 Juli 2023 | 17:30 WIB
Pejabat Polresta Surakarta menyematkan tanda apel gelar pasukan Operasi apel Patuh Candi 2023 di halaman Polresta Surakarta, kemarin. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
Pejabat Polresta Surakarta menyematkan tanda apel gelar pasukan Operasi apel Patuh Candi 2023 di halaman Polresta Surakarta, kemarin. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Satlantas Polresta Surakarta terus berupaya menghilangkan sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi rawan pelanggaran lalulintas. Hal ini menjadi fokus jajaran Satlantas dalam Operasi Patuh Candi 2023 yang digelar selama dua pekan.

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Agung Yudiawan menjelaskan memamg masih ada beberapa titik yang masih menjadi langganan pelanggaran lalu lintas. "Terutama dititik-titik yang tidak tercover E-TLE. kita memiliki strategi terkait penegakan pelanggaran lalu lintas dengan mobil strobo," ungkapnya.

"Dimana mobil ini akan kita pasang kamera untuk memantau dan merekam situasi terkait dengan pelanggaran lalulintas yang ada di wilayah yang belum mendukung CCTV Statis. kemudian pastinya akan menurunkan personil Satlantas untuk mengurangi atau menekan niat pelanggar," lanjutnya.

Agung menjelaskan, masih banyak titik yang tercover CCTV ETLE, dari 159 CCTV yang terpasang, hanya ada 7 alat yang dilengkapi dengan fungsi ETLE. Sehingga antisipasinya dengan cara tersebut. "Kita akan persempit ruang pelanggaran lalulintas," katanya

Tak hanya itu, dalam operasi kali ini, pihaknya juga menekankan fungsi edukatif dan memberikan rasa kepercayaan kepada masyarakat.

"Untuk merubah perilaku masyarakat yang sebelumnua tidak patuh. Supaya hasilnya tidak hanya patuh dan tertib dalam berkendara saja, namun juga menekan angka lakalantas di wilayah Solo," papar Agung.

Diakui agung, masih ada budaya yang salah kaprah dari masyarakat terkait pelanggaran lalulintas. Dengan alasan dekat, tak menggunakan helm ketika mengendarai sepeda motor.

"Merubah budaya perilaku sikap masyarakat dalam berlalu lintas memang butuh waktu dan butuh kesabaran. Baik itu jaraknya dekat maupun jauh, pastinya saat berkendara diharapkan masyarakat ini tetap mematuhi aturan lalu lintas. Karena patuh terkait dengan aturan lalu lintas ini bukan hanya untuk orang lain, pastinya untuk diri," pungkas Agung. (atn/dam)

Editor : Damianus Bram
#Operasi Patuh Candi 2023