RADARSOLO.COM – Sejumlah simpang dan ruas jalan di Kota Solo mengalami kemacetan cukup parah di hari perdana masuk sekolah setelah libur dan jam kerja. Ini merupakan imbas penutupan akses lalu lintas di Simpang Joglo sejak Sabtu lalu (15/7/2023).
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, salah satu lokasi paling padat terlihat di Simpang Gilingan. Di lokasi itu arus kendaraan dari arah timur (arah viaduk dan Panggung) bertemu dengan antrean kendaraan dari arah Tirtonadi dan Nusukan sehingga membuat lokasi itu cukup padat. Imbasnya, sepanjang Jalan S. Parman sampai Simpang Balapan menjadi salah satu lokasi terpadat.
"Dari Nayu ke Kota Barat tadi sempat mau memutar lewat Jalan Setia Budi, tapi ternyata Pasar Nongko juga macet. Akhirnya tetap lewat Jalan S. Parman saja, meski padat" kata M. Nasrul saat ditemui koran ini di sekitar Viaduk Gilingan, Senin (17/7).
Kepadatan lain juga terlihat di Simpang Ngemplak dan sekitarnya. Pantauan koran ini, kepadatan di lokasi itu terjadi karena pertemuan arus dari Viaduk Gilingan, Ngemplak, Panggung, dan Banjarsari. Lokasi ini jadi titik yang cukup padat saat pagi hari berbarengan dengan aktivitas berangkat dan masuk sekolah.
"Dari pagi sudah macet. Dampaknya sampai ke Panggung, juga sudah macet di sana. Panggung ke Manahan saja hampir satu jam pagi tadi," ucap Eko Saputro, pengemudi ojek online yang biasa mangkal di sekitar kawasan Manahan itu.
Kepadatan di sejumlah lokasi itu berlangsung antara pukul 06.30 - 08.00 dan mulai berangsur normal pada jam-jam setelahnya hingga beranjak siang. Namun, kepadatan serupa juga terlihat di sore hari antara pukul 16.00 - 16.30 Lokasi paling padat saat sore hari ini terlihat di Simpang Ngemplak. Lokasi ini terbilang cukup padat lantaran banyak kendaraan dari arah Solo utara (kawasan Joglo dan sekitarnya) yang hendak menuju ke Solo. Kepadatan makin diperparah karena bersamaan dengan jam pulang kerja.
"Dari Cengklik sampai ke Ngemplak macet parah. Mulai lancar setelah masuk D.I Pandjaitan ke arah Banjarsari," kata Efendy, 27, seorang pengusaha bisnis persewaan mobil asal Nayu, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari.
Terpisah, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Ari Wibowo membenarkan bahwa hari aktif seperti ini banyak pelaku perjalanan berkativitas. Ditambah kemarin merupakan hari perdana masuk sekolah tahun ajaran baru.
"Kepadatannya memang luar biasa pagi tadi. Terlihat sejak pukul 06.00. Tapi mulai pukul 08.00-09.00 sudah mulai terurai. Kalau sore sedikit lebih landai daripada pagi hari. Terlihat sekira pukul 16.00-16.30. Ini jadi bahan evaluasi kami ke depan mengatur petugas," jelas Ari Wibowo.
Di bagian lain, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, banyak mendapat banyak keluhan dari berbagai pihak perihal kemacetan akibat penutupan total akses lalu lintas di Simpang Joglo. Dia bahkan menyebut keluhan warga akan kemacetan itu sebagai kejadian yang luar biasa.
"Saya mohon maaf karena macetnya luar biasa ya hari ini (kemarin)," ujar dia di balai kota kemarin.
Dalam waktu dekat Gibran akan berkoordinasi dengan sejumlah dinas dan stakeholder lain terkait jam masuk dan pulang kerja maupun sekolah. Khususnya di area rawan kemacetan terdampak dari penutupan Simpang Joglo.
“Nanti akan kami atur masalah masuk jam kerja dan sekolah. Baik PNS, kantor swasta, dan sekolah sekitar lokasi (proyek Simpang Joglo). Komplainya hari ini luar biasa ya," kata wali kota. (ves/bun)
Editor : Damianus Bram