RADARSOLO.COM – Kemacetan parah di sejumlah ruas jalan akibat penutupan lalu lintas di Simpang Joglo berimbas ke sekolah. Sejumlah siswa dan guru terlambat datang ke sekolah lantaran terjebak macet. Dinas Pendidikan (disdik) pun sedang mengkaji perubahan jam sekolah.
Kemacetan parah terjadi pada jam masuk sekolah pukul 06.30 -07.30. Serta jam pulang sekolah berbarengan dengan jam pulang pekerja.
Salah satu orang tua siswa SMP Negeri 8 Solo Sulatri mengatakan, di hari pertama mengantar anaknya sekolah dia juga sempat terjebak macet di jembatan dan Viaduk Gilingan. Bahkan angkutan umum yang ditumpanginya sempat tak bisa bergerak beberapa menit.
“Kemarin naik angkot sama sekali tidak bisa bergerak. Bisanya hanya sedikit-dikit. Sempat telat juga masuk sekolah, sudah mulai upacaranya. Anak saya baru datang karena macetnya luar biasa,” ucapnya.
Sedangkan di hari kedua, siswa mendapat imbauan dari sekolah untuk melakukan manajemen waktu dan rute jalan alternatif saat pagi hari. Diakui, di hari kedua juga masih banyak siswa yang diantar orang tua terjebak kemacetan saat menuju ke sekolah.
“Tadi saya lihat saat mengantar anak juga banyak yang masih terjebak macet. Ada juga yang pakai baju Korpri yang masih terjebak macet. Ini memang macet parah,” ungkapnya.
Di bagian lain, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Surakarta Dian Rineta mengatakan, disdik masih mengkaji lebih lanjut terkait perubahan jam sekolah seperti wacana dari Wali Kota. Namun, diakui akan ada perubahan mengingat banyak pelajar yang kesulitan mobilitasnya akibat penutupan Simpang Joglo.
“Masih kami godok ya. Beberapa pertimbangan karena memang jam masuk kerja harus sama. Tidak boleh dipisah-pisah antara Solo utara dan selatan. Ini sedang kami kaji untuk jam pastinya berapa,” imbuhnya.
Disdik juga masih akan membahas lebih lanjut terkait perubahan jam masuk sekolah. Berdasarkan laporan dari lapangan, dia menyebut banyak guru dan siswa yang terdampak mobilitasnya akibat penutupan Simpang Joglo Solo.
“Kami lihat dulu nanti apakah perubahan hanya untuk jam masuk siswa, atau gurunya juga. Ini masih kami kaji lebih lanjut,” imbuhnya.
Sebelumnya, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, akan berkoordinasi dengan dinas dan stakeholder terkait untuk mengatur jam masuk dan pulang sekolah serta kerja. Khususnya yang berada di area rawan kemacetan terdampak penutupan simpang Joglo.
"Nanti kami atur juga masalah masuk jam kerja, jam sekolah. Untuk semuanya, PNS, kantor swasta, dan sekolah di sekitar situ simpang Joglo," terangnya. (ian/bun)
Editor : Damianus Bram