RADARSOLO.COM – Legislator menyoroti penutupan total Simpang Joglo, yang berimbas pada kemacetan di beberapa titik. Terlebih penutupan akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Artinya masyarakat atau pengguna jalan harus ekstra sabar ketika melintasi ruas jalan yang terkena efek penutupan tersebut.
Kemacetan luar biasa tentu saja akan terjadi di beberapa titik, jadi diharapkan masyarakat bisa mengantisipasinya untuk mencari jalur alternatif yang dirasa lebih sepi.
“Semoga, penutupan itu nantinya sesuai perencanaan atau malah bisa lebih cepat lagi. Lantaran ditutup totalnya Simpang Joglo, arus lalu lintas dari utara yang lewat Jembatan Ngemplak ke selatan atau Simpang Ngemplak macet luar biasa,” ujar Ketua Komisi III DPRD Surakarta Y.F. Sukasno.
Dia mengakui dampak terparah terjadi pada jam berangkat sekolah dan kerja, yakni pada pagi hari. kepadatan arus lalu lintas juga bisa terjadi pada sore hari yang merupakan waktu pulang kerja.
“Area timur, seperti Kreteg Abang dan Jembatan Kandang Sapi juga kena imbasnya. Kami mohon warga bersabar dan memahami situasi yang terjadi. Arus lalu lintas bertonase besar dari arah barat harus lewat jalan tol. Lalu lintas dari barat yang masuk Jalan Ahmad Yani akan menambah kepadatan di Viaduk Gilingan,” papar dia.
Tidak hanya Viaduk Gilingan, Sukasno melanjutkan, kemacetan total lalu lintas juga membayangi Simpang Empat Ngemplak dan Jalan Monginsidi. Sehingga menurutnya harus ada petugas yang disiagakan di lokasi-lokasi itu. “Harus ada petugas jaga pagi dan siang di seputaran kompleks sekolah karena pasti macet. Mungkin bisa juga dikaji ulang terkait jam masuk sekolah,” paparnya.
Politikus PDIP itu juga menyerukan pengguna jalan atau masyarakat agar memahami dan mematuhi alat pengatur lalu lintas (APILL) dan rekayasa lalu lintas yang sudah dibuat petugas Dishub Surakarta. (atn/nik)
Editor : Damianus Bram