RADARSOLO.COM - Adanya keluhan dari ojek pangkalan (Opang) sekitar terminal Tirtonadi yang takut pendapatan mereka menurun karena pengoperasian shuttle bus menuju Masjid Raya Sheikh Zayed mendapat tanggapan dari legislator. Pihaknya akan menjembatani dengan pihak dishub.
Ketua Komisi III DPRD YF Sukasno mengungkapkan, baru-baru ini ada surat dari para opang yang mangkal di sekitar Terminal Tirtonadi. Mereka takut pendapatannya menurun drastis karena beroperasinya shuttle bus menuju Masjid Raya Sheikh Zayed. Mereka mengusulkan jam operasional shuttle bus dibatasi hingga pukul 16.00, agar ojek pangkalan bisa mengais rezeki.
“Intinya kan undang Dishub untuk duduk bersama, bicara, agar ojek ini bisa mengais rejeki, dan program Mas Wali Kota tetap berjalan,” ujar dia.
Menurut Sukasno mestinya mereka dibina oleh Dishub Kota Surakarta. Dengan dibina, para ojek itu diharapkan bisa mempunyai pemahaman dan keterampilan dalam menyambut wisatawan maupun jemaah.
“Mereka ini kan ojek jasa antaran langsung, namun tidak melalui aplikasi, kami harapkan mereka punya peran dalam menyambut para wisatawan. Artinya harus dibina supaya baik cara menyambutnya. Kalau perlu dishub memberikan seragam dan ID card, supaya teman-teman ojek pangkalan bisa lebih terbina,” tuturnya.
Sukasno mengakui belum bisa memutuskan opsi solusi yang bisa diterapkan. Dia berharap solusi bisa didapat dan disepakati bersama ketika pertemuan antara jajaran Dishub Kota Surakarta dengan pelaku ojek. (atn/nik)
Editor : Damianus Bram