RADARSOLO.COM – Pemkot Surakarta bakal mengolaborasikan peran ojek dan shuttle bus untuk mobilitas pengunjung Masjid Raya Sheikh Zayed. Hal ini dilakukan seiring adanya keluhan dari pengemudi ojek pasca beroperasinya shuttle bus khusus tersebut.
Keluhan perihal penurunan pendapatan harian itu sebagai dampak beroperasinya kendaraan shuttle itu akan dicarikan solusinya. Salah satunya dengan mengolaborasikannya agar tidak merugikan masyarakat.
"Kapan hari itu mereka ke Komisi III. Intinya nanti dikolaborasikan. Ada shuttle, ada ojek biar pengunjung semakin banyak pilihan," papar Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.
Keluhan ojek ini muncul, salah satunya pasca mulai beroperasinya shuttle bus khusus wisatawan. Sejak kendaraan dengan trayek khusus itu beroperasi, pendapatan ojek yang umumnya mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per hari menurun tajam hingga 80 persen dari pendapatan normal.
Jam operasional shuttle bus dimulai dari pukul 08.00-20.00, para ojek mengharapkan bisa dipangkas pukul 16.00 saja.
"Ini masih kami bahas terkait jam operasionalnya (jam operasional shuttle bus, Red)," imbuh Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Taufiq Muhammad. (ves/nik)
Editor : Damianus Bram