RADARSOLO.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surakarta tengah mematangkan detail engineering design (DED) penataan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti. Ditarget DED rampung dalam waktu dekat, sembari menunggu pencairan dana hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).
“Ini penyempurnaan sambil nunggu anggarannya cair. Untuk pembuatan zona parkirnya menggunakan lahan sekitar 2.400 meter persegi di sisi timur area TMP. Untuk penambahan bangunannya nanti ada pembangunan musala, pembangunan gedung transit dan untuk rapat. Kemudian penambahan lainnya kami akan buatkan memorial wall. Jadi ada tembok yang isinya daftar siapa saja yang dimakamkan di area itu,” terang Kepala Dinsos Kota Surakarta Agus Santoso, kemarin (14/8).
Estimasi kebutuhan anggaran yang diperlukan diperkirakan berkisar diangka Rp 14 miliar. Diharapkan pekerjaan konstruksinya bisa dimulai pada tahun ini.
“Jadi pekerjaannya ada dua, penataan lahan parkir dan penambahan sejumlah bangunan itu tadi. Kalau untuk penataan kawasan makamnya masih belum. Area makam yang diperbaiki hanya di gundukan makam Brigjen Slamet Riyadi. Pembangunannya nanti kami mulai dari depan dulu (sisi timur, Red) baru ke belakang. Kami manfaatkan lanskap yang sudah ada. Jadi nanti masuknya tetap dari sisi timur,” ucap Agus Santoso.
Sekadar informasi, pembuatan area parkir yang masuk dalam paket penataan TMP Kusuma Bakti itu dilakukan untuk menambah ketersediaan lahan parkir yang minim di kawasan Jurug dan sekitarnya.
Kawasan Jurug yang terbilang padat memiliki area parkir yang terbatas, karena hanya bisa memanfaatkan lahan parkir on street. Oleh sebab itu pembangunan area parkir umum itu diperlukan untuk menunjang sejumlah aset pemerintah yang sudah tersentuh penataan. Salah satunya seperti Solo Safari yang ada di Taman Satwa Taru Jurug.
”Kawasan Jurug itu persoalannya lahan parkir yang terbatas, makanya kita buat lahan parkir di TMP ya. Jadi biar ada area yang besar untuk parkir Solo Safari dan sekitarnya,” terang Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming belum lama ini. (ves/nik)
Editor : Damianus Bram