RADARSOLO.COM – Warga RT 001, RW 012, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo berkumpul di Jalan Pleret Utara, kemarin pagi. Ternyata mereka tengah menggelar upacara kemerdekaan untuk memperingati HUT ke-78 Republik Indonesia (RI). Uniknya, pengibar bendera dilakukan oleh warga dengan mengenakan busana karakter wayang Punakawan dan Buto.
Koordinator upacara, Ari Satrianto mengatakan, petugas pengibar bendera memang sengaja menggunakan kostum tokoh pewayangan. Langkah ini dilakukan bertujuan untuk melestarikan salah satu budaya di Indonesia, yakni wayang.
“Ini juga untuk mengenalkan budaya pada remaja karang taruna dan juga seluruh warga. Tentunya untuk menambah nasionalisme. Negara kita ini memang memiliki budaya yang hebat dan tidak kalah dengan budaya negara yang lain,” ujarnya usai mengikuti kegiatan upacara.
Persiapan terbilang singkat. Para petugas upacara dan pengibar bendera yang mengenakan kostum wayang juga hanya berlatih sekali. Tepatnya sehari sebelum upacara dilaksanakan.
“Meski demikian mereka bisa menjalankan tugasnya secara lancar,” imbuhnya.
Selain untuk menghidupkan suasana Upacara bendera agar tetap menarik diikuti warga setempat. Ari juga menerangkan bahwa ada makna khusus dibalik pemilihan kostum wayang yang digunakan para tokoh wayang tersebut.
“Seperti Petruk ini kan mempunya sifat yang bisa mengayomi, dia bisa jadi apa saja. Dia bisa menghidupkan suasana. Di kampung itu butuh seperti itu, memang perbedaan itu pasti ada, tapi tidak boleh terpecah. Justru dengan beda itu bisa saling mengisi,” paparnya.
Upacara ini diikuti 200an warga RT 001 RW 12 Banyuanyar. Kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan. Namun, untuk mengenakan kostum wayang baru dilaksanakan tahun ini.
“Semoga dengan kegiatan ini bisa pupuk persatuan, karena tingkat RT itu kan lingkup terkecil, dari suatu negeri,” terangnya. (ian/nik)
Editor : Damianus Bram