RADARSOLO.COM - Jenazah Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo Wahyu Dian Silviani, 34 diberangkatakan dan disholatkan di Depan Gedung Rektorat Kampus setempat, Jumat (25/8). Sholat dipimpin Ketua MUI Sukoharjo.
Jenazah tiba di kampus setempat, pukul 10.00 pagi. Nampak terlihat puluhan barisan dosen dan mahasiswa UIN menunggu kedatangan jenazah Wahyu Dian Silviani di kampus setempat.
Upacara serah terima serah terima jenazah dari kampus kepada pihak keluarga yang telah datang dari Mataram.
Ditemani pihak keluarga, jenazah langsung diarahkan untuk di sholatkan. Sholat jenazah dipimpin langsung oleh Ketua MUI Sukoharjo Abdulah Faisal.
Seluruh prosesi penghormatan terakhir untuk Wahyu Dian dikoordinasi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) M. Rahmawan Arifin.
"Kami memang dari pihak kampus, akan mengiringi jenazah hingga sampai tujuan" ucap Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Solo Rahmawan Arifin.
Pihaknya mengatakan, atas nama besar kelurga UIN Raden Mas Said turut berduka cita. Ia juga mengatakan secara pribadi, tidak ada tempat lain selain di perpustakaan.
"Kami saksi almarhumah orang yang totalitas yang mengabdi di lembaga ini. Atas nama kelurga besar UIN Raden Mas Said serahkan ke pada kelurga" ucapnaya
Sebelumnya, warga Perumahan Graha Sejahtera, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Sukoharjo digemparkan dengan penemuan mayat perempuan dengan tanda penganiayaan, Kamis (24/8). Korban diketahui merupakan dosen UIN, Raden Mas Said. (ian)
Editor : Damianus Bram