RADARSOLO.COM - Jenazah Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Wahyu Dian Silviani, 34 diterima langsung oleh pihak keluarga. Jenazah diterima langsung oleh Ayah kandung korban, Prof Mohammad Hasil Tamzil, Jumat (25/8).
"Atas nama keluarga besar kami menerima jenazah anak kami. Kami juga memohon maaf jika selama anak kami bergabung di UIN selama tiga tahun lamanya, melakukan kesalahan mohon dimaafkan" ucapnya.
Ia mengaku, menerima kabar duka anaknya kemarin siang, Kamis 24 Agustus 2023. Ia mengaku sangat ingin langsung datang, ke Surakarta namun tidak mendapatkan tiket penerbangan.
"Kami tentu dari pihak keluarga sangat kaget menerima kabar ini. Saya sebenarnya setelah mendapatkan kabar kemarin ingin sekali langsung datang ke sini, tapi terkendala jarak" ungkapnya
Secara berat hati ia juga mengatakan bahwa anaknya merupakan sosok yang tidak neko-neko sejak kecil. Sehingga ia tidak pernah menyangka kejadian tersebut menimpa putri tercintanya.
"Anak saya memang dari dulu orangnya totalitas, dan memang seperti itu dari dulu. Saya tidak menyangka anak saya harus pergi seperti ini. Tapi kami dari pihak kelurga sudah ihklas menerima," ucapnya
Guru Besar Univeritas Mataram itu, juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa anaknya tersebut. Ia mengatakan, pihak yang menimpa anaknya merupakan kasus kriminal yang sangat berat. Terkendala jarak ia juga meminta bantuan pihak UIN untuk mendampingi dan mengawal kasus anaknya.
"Saya mohon kepada pihak kepolisisan untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Ini merupakan kasus kriminal yang berat. Karena terkendala jarak tidak bisa selalu di sini, saya juga meminta bantuan serta menyerahkan bantuan pihak UIN, untuk ikut mengawal kasus ini," tandasnya
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Solo Rahmawan Arifin menambahkan, secara langsung ayahanda almahurmah meminta kepada pihak Kapolsek Sukoharjo untuk mengusut tuntas kasus tetsebut.
"Pihak keluraga tetap berharap kepada pihak kepolisian mengustu tuntas, karena kematian almarhumah tidak wajar" katanya. (ian)
Editor : Damianus Bram