Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jenazah Dosen UIN Raden Mas Said Diterima Kelurga, Ayah Korban Minta Kasus Diusut Tuntas

Septian Refvinda Argiandini • Jumat, 25 Agustus 2023 | 18:44 WIB
Jenazah Dosen UIN Raden Mas Said Solo diterima langsung oleh pihak kelurga usai  disholatkan di depan Gedung Rektorat Kampus setempat, Jumat (25/8).
Jenazah Dosen UIN Raden Mas Said Solo diterima langsung oleh pihak kelurga usai disholatkan di depan Gedung Rektorat Kampus setempat, Jumat (25/8).

RADARSOLO.COM - Jenazah Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Wahyu Dian Silviani, 34 diterima langsung oleh pihak keluarga. Jenazah diterima langsung oleh Ayah kandung korban, Prof Mohammad Hasil Tamzil, Jumat (25/8).

"Atas nama keluarga besar kami menerima jenazah anak kami. Kami juga memohon maaf jika selama anak kami bergabung di UIN selama tiga tahun lamanya, melakukan kesalahan mohon dimaafkan" ucapnya.

Ia mengaku, menerima kabar duka anaknya kemarin siang, Kamis 24 Agustus 2023. Ia mengaku sangat ingin langsung datang, ke Surakarta namun tidak mendapatkan tiket penerbangan.

"Kami tentu dari pihak keluarga sangat kaget menerima kabar ini. Saya sebenarnya setelah mendapatkan kabar kemarin ingin sekali langsung datang ke sini, tapi terkendala jarak" ungkapnya

Secara berat hati ia juga mengatakan bahwa anaknya merupakan sosok yang tidak neko-neko sejak kecil. Sehingga ia tidak pernah menyangka kejadian tersebut menimpa putri tercintanya.

"Anak saya memang dari dulu orangnya totalitas, dan memang seperti itu dari dulu. Saya tidak menyangka anak saya harus pergi seperti ini. Tapi kami dari pihak kelurga sudah ihklas menerima," ucapnya

Prosesi Sholat jenazah Dosen UIN Wahyu Dian Silviani yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI Sukoharjo Abdulah Faisal, Jumat (25/8).
Prosesi Sholat jenazah Dosen UIN Wahyu Dian Silviani yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI Sukoharjo Abdulah Faisal, Jumat (25/8).

Guru Besar Univeritas Mataram itu, juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa anaknya tersebut. Ia mengatakan, pihak yang menimpa anaknya merupakan kasus kriminal yang sangat berat. Terkendala jarak ia juga meminta bantuan pihak UIN untuk mendampingi dan mengawal kasus anaknya.

"Saya mohon kepada pihak kepolisisan untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Ini merupakan kasus kriminal yang berat. Karena terkendala jarak tidak bisa selalu di sini, saya juga meminta bantuan serta menyerahkan bantuan pihak UIN, untuk ikut mengawal kasus ini," tandasnya

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Solo Rahmawan Arifin menambahkan, secara langsung ayahanda almahurmah meminta kepada pihak Kapolsek Sukoharjo untuk mengusut tuntas kasus tetsebut.

"Pihak keluraga tetap berharap kepada pihak kepolisian mengustu tuntas, karena kematian almarhumah tidak wajar" katanya. (ian)

Editor : Damianus Bram
#Wahyu Dian Silviani #penemuan mayat #dosen #UIN Raden Mas Said