RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta segera membuka penjaringan 879 formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), akhir tahun ini. Dari jumlah tersebut, profesi guru dan tenaga kesehatan paling mendominasi.
"Pemerintah kota akan membuka ratusan lowongan PPPK pada akhir tahun ini. Paling banyak formasi guru," ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surakarta Dwi Ariyatno, kemarin (11/9).
Dari 879 formasi PPPK yang disiapkan, 505 orang diantaranya merupakan formasi guru. Kemudian 264 orang lainnya merupakan formasi tenaga kesehatan. Sisanya sebanyak 110 orang merupakan tenaga teknis.
"Awalnya Pemkot Surakarta mengusulkan 883 formasi PPPK. Tapi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) RI hanya 879 orang," papar Dwi.
Formasi guru tersebut mayoritas merupakan guru mata pelajaran SMP. Ada sekira 150 orang yang sudah sampai di tahap passing grade pada seleksi PPPK 2021. Mereka yang masuk pelamar 2021 lalu, namun belum lolos. Kini kembali mengikuti tes lagi tahun ini.
"Jadi sisa hasil tes kemarin masuk ke kuota kami. Sisanya yang belum ikut tes kami undang untuk ikut tes lagi, kemungkinan 500 itu sisa hasil tes tahun kemarin, ada yang nanti kami tes tahun ini," paparnya
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dian Rineta membenarkan, bahwa pemkot masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik atau guru. Kini Banyak guru PNS yang telah purna tugas. Terkait syarat mengikuti seleksi PPPK mengutamakan usia dan pengalaman tugas relevan dengan formasi yang dilamar, yakni minimum 3 tahun. Usia pelamar PPPK beda dengan CPNS, di mana batas calon guru minimal satu tahun jelang BUP (batas usia pensiun) 60 tahun.
"Ya masih banyak yang kosong, karena ketika ada penambahan, kemudian juga ditinggal pensiun yang PNS. Ya sementara ini diampu guru TKPK, tapi kami dorong mereka bisa ikut tes seleksi masuk PPPK, meskipun harus bersaing dengan formasi umum," beber Dian. (ves/nik)
Editor : Damianus Bram