RADARSOLO.COM- Muncul penampakan meteor di langit Pulau Jawa, Kamis (14/9/2023) pukul 23.15. Benda berwarna kemerahan yang bergerak cepat itu tertangkap kamera dan menghebohkan warga.
Pertanyaannya, apakah luncuran meteor tersebut berbahaya?
Dikutip dari laman resmi Nasa, meteor tidak berbahaya bagi manusia maupun kehidupan terestrial apa pun.
Kenapa bisa tidak berbahaya? Merujuk laman resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, peneliti pusat riset antariksa menjelaskan, hujan meteor tidak berdampak negatif bagi manusia dan tidak mengakibatkan lapisan ozon menipis.
Itu karena beberapa meteor akan habis terbakar oleh atmosfer bumi.
Namun, hal itu perlu digaris bawahi. Karena ada beberapa meteor yang berpotensi berbaya, yaitu meteor yang berdimensi lebih dari 140 meter dengan jarak perpotongan orbit minimal sekitar 5 juta kilometer.
“Inilah yang harus diwaspadai jika asteroid melintasi dekat bumi dengan jarak kurang dari batas roche. Batas roche ini adalah batas ketika benda langit berinteraksi dengan gravitasi bumi," ujarnya.
Jika masih di luar batas roche, lanjut Andi, maka benda tersebut hanya akan melintas (tidak jatuh ke bumi). Jika sama dengan batas roche, maka benda langit tersebut akan hancur berkeping-keping dan menjadi cincin mengitari bumi.
"Namun jika jaraknya di bawah batas roche, memungkinkan benda langit tersebut jatuh ke bumi,” ujar Andi dalam dialog obrolan fakta ilmiah populer di kanal YouTube.
“Jarak batas roche bumi antara 9.000 km di atas pusat bumi atau 3.000 km di atas permukaan bumi,” tambahnya.
Alih-alih waswas, netizen menyikapi kemunculan meteor dengan santai. Unggahan videp luncuran meteor di akun Instagram @surakartahits_ telah mengundang ratusan komentar lucu.
“Kiriman 10 menit sampai, komet express.” komentar akun @aulia_abzed
“Optimus prime kui min” komentar lainnya dari akun @ndil_46
“kui mambengi aku nguncalke watu lurr sepurane gawe gegerr sak Indonesia rayaaa????” cuitan lainnya dari akun @rckydva. (mg3/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono