RADARSOLO.COM-Jelang puncak silaturahmi nasional (Silatnas) Ke-4, Yayasan Majlis Tafsir Alquran (MTA) menggelar seminar nasional kebangsaan bertema Sumbangsih Umat Islam dalam Meraih Kemerdekaan dan Menjaga Keutuhan NKRI.
Seminar yang digelar di lantai 2 dan 3 Gedung MTA Pusat Jalan Ronggowarsito Nomor 111A Kota Solo, Sabtu (16/9/2023) dihadiri Pimpinan Yayasan MTA tingkat pusat, perwakilan, dan cabang, guru daerah MTA, pimpinan unit dakwah MTA.
Berikutnya pimpinan ormas, pimpinan pondok pesantren, pimpinan universitas, serta tokoh masyarakat dengan jumlah total 1.200 peserta, baik yang hadir langsung maupun online via Zoom.
Turut hadir Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Khaerudin yang mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Staf Khusus Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Ravik Karsidi mewakili Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP.
Pimpinan Pusat MTA Al Ustad Nur Kholid Syaifullah menyampaikan, sudah menjadi komitmen muslim dan anak bangsa untuk terus menebarkan kasih sayang, serta berusaha memberikan manfaat dan kemanfaatan, karena umat Islam menurut Allah SWT adalah sebaik-baik umat yang pernah Allah lahirkan untuk manusia.
“Umat Nabi Muhammad SAW adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia. Karena umat-Nya Nabi Muhammad akan senantiasa amar ma’ruf nahi munkar dan akan senantiasa beriman tunduk patuh kepada Allah,” jelas Ustad Nur Kholid menyampaikan arti dari Surah Ali Imron ayat 110.
Sebab itu, umat Islam di manapun berada, harus menebarkan kasih sayang, menebarkan manfaat dan kemanfaatan bagi sesama, terlebih bagi negeri tercinta.
“Umat Islam harus bisa memberi manfaat dan kemanfaatan. Bukan untuk memanfaatkan, apalagi dimanfaatkan,” tegasnya.
Ditambahkan Usta Nur Kholid, kemerdekaan bangsa Indonesia adalah anugerah terbesar dari Allah yang harus dipertahankan dan dijaga.
“Kalau dulu para pendahulu bangsa berjuang dengan tetesan air mata, tetesan keringat, dan darah untuk merebut kemerdekaan, kita generasi penerus bangsa untuk menjaga anugerah kemerdekaan dari Allah dengan cara menjaga persatuan dan kesatuan negeri. Jangan mudah diceraiberaikan oleh siapa pun,” bebernya.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Khaerudin menyampaikan, MTA adalah salah satu organisasi keagamaan yang secara resmi terdaftar di Pemprov Jateng, dalam hal ini di Badan Kesbangpol.
“Dan Alhamdulillah, selama ini, kami juga biasa bekerja sama dan bersama-sama untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan maupun kebangsaan. Saya berharap silaturahmi nasional kebangsaan ini dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya.
Prof. Dr. Ravik Karsidi membacakan pidato kunci dari Prof. Dr. Muhadjir Effendy dengan judul Sumbangsih Umat Islam dalam Meraih Kemerdekaan dan Menjaga Keutuhan NKRI. Menurut Prof. Muhadjir, Islam di Indonesia telah berperan sebagai perekat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman agama dan budaya yang luar biasa.
Oleh karena itu, peran ulama, ustad dan seluruh anggota Yayasan MTA diharapkan dapat ikut menjaga kesatuan NKRI. “Saya berharap seminar nasional kebangsaan ini dapat menjadi wadah diskusi dan refleksi bersama tentang bagaimana kita dapat terus memperkuat peran positif umat Islam dalam pembangunan Indonesia yang adil, makmur, dan beradab,” tuturnya.
Pada acara inti seminar, hadir tiga narasumber, yaitu Ketua Badan Amil Zakat Nasional Prof. Dr. KH. Noor Achmad, Ketua Bidang Hubungan Kerja Sama Internasional PP Muhammadiyah Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, dan Ketua Umum MTA Prof. Drs. Mugijatna.
Ketua Panitia Seminar Irwan Firman menyampaikan, seminar nasional kebangsaan merupakan seminar ke-3 setelah seminar nasional pendidikan di UNS Tower pada 31 Agustus 2023, dan seminar nasional kepesantrenan di Ponpes MTA Mojogedang, Karanganyar pada 2 September 2023.
Sebagai rangkaian dari pra-Silatnas Ke-4 MTA, telah digelar apel elemen dakwah MTA pada 19 Juli 2023 yang dimeriahkan 5.100 peserta. Kemudian pembagian paket sembako dalam rangka peringatan HUT RI, donor darah, serta Pekan Olahraga Nasional (Pornas MTA) yang dipusatkan di Kabupaten Klaten. (*/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono