RADARSOLO.COM – Kebakaran gunung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, sejak Sabtu lalu (16/9) belum berakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menetapkan sebagai kejadian tanggap darurat bencana kebakaran. Upaya pemadaman dari darat dan udara bakal terus dilakukan hingga batas akhir penetapan status tanggap darurat itu berakhir pada Sabtu (23/9).
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka membenarkan, TPA Putri Cempo telah ditetapkan sebagai fenomena tanggap darurat bencana kebakaran untuk beberapa hari ke depan. Dengan adanya status tersebut, penanganan bencana kebakaran akan menjadi prioritas untuk diselesaikan.
Upaya pemadaman dari udara dengan metode water bombing akan terus dilakukan sampai Sabtu. Armada-armada pemadam dari wilayah sekitar pun masih standby selama 24 jam di TPA Putri Cempo.
"Damkar luar kota masih. Nggak ada yang berhenti. Water bombing juga sampai sepadannya. Hari ini dicoba 3 x 80 kali water bombing. Ngaruh banget. Kendalanya cuaca panas, diulang lagi terus," beber Gibran.
Berdasarkan evaluasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, dari 2 hektare tumpukan sampah terdampak kebakaran kini menyisakan 40 persen saja.
Cuaca panas ekstrem saat siang hari dan hembusan angin kencang saat malam hari membuat sejumlah titik yang semula sudah padam kembali memunculkan titik kobaran api. Inilah yang akan menjadi titik konsentrasi upaya penadaman ke depan.
"Saat ini sekitar 40 persen belum tertangani. Ketika malam masih bisa menyala kembali," ujar Kepala BPBD Kota Solo Niko Agus Putranto.
Dengan kondisi itu, Agus membenarkan bahwa status bencana kebakaran di TPA Putri Cempo naik menjadi tanggap darurat bencana kebakaran. Status ini berlaku hingga Sabtu (23/9).
"Status tanggap darurat bencana sampai 23 September. Penyemprotan dari darat dan udara akan terus dilakukan. Prediksinya beberapa hari kedepan baru bisa padam," beber Niko. (ves/bun/ria)
Editor : Syahaamah Fikria