Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Upacara Adat Miyos Gangsa Sekaten Jadi Rekreasi dan Sarana Edukasi Masyarakat

Silvester Kurniawan • Kamis, 21 September 2023 | 22:43 WIB
DIMULAI: Upacara adat Miyos Gangsa Keraton Kasunananan Surakarta yang dihelat di Masjid Agung, Kamis (21/9) siang dimulai dengan memainkan gamelan milik keraton.
DIMULAI: Upacara adat Miyos Gangsa Keraton Kasunananan Surakarta yang dihelat di Masjid Agung, Kamis (21/9) siang dimulai dengan memainkan gamelan milik keraton.

RADARSOLO.COM - Upacara adat Miyos Gangsa (keluarnya gamelan) Keraton Kasunanan Surakarta dihelat di Masjid Agung, Kamis (21/9) siang. Keluarnya Gamelan Sekaten itu sebagai tanda makin dekatnya Hajad Dalem Grebeg Maulud yang akan dihelat Jumat (28/9) mendatang. Kegiatan budaya itu jadi sarana rekreasi dan edukasi masyarakat. 

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, upacara adat Miyos Gangsa ini dimulai selepas Salat Zuhur, sejumlah abdi dalem keraton mulai menyiapkan kedua bangsal yang akan digunakan untuk miyos gangsa. Pukul 13.00 WIB, kedua gamelan pusaka yakni Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari mulai dibunyikan dan diikuti dengan prosesi rebutan janur dan suruh kinang serta diikuti dengan pembagian telur asin pada masyarakat yang hadir kala itu. Prosesi adat yang telah berjalan ratusan tahun ini masih menjadi daya tarik bagi sebagian besar masyarakat Jawa pada umumnya.

"Ini upacara Miyos Gangsa, kegiatan rutin sebelum Grebeg Maulud di Keraton Solo. Kebetulan saya sehari-hari dagang di sekitar Alun-alun Utara, jadi kalau ada kegiatan adat seperti ini saya selalu datang atau sekadar menonton," kata Waluyo, 58 seorang pedagang batu akik di kawasan Alun-alun Utara. 

Walau bukan asli Jawa, pria asal Sumatera Utara itu mengaku cukup hafal dengan rangkaian kegiatan adat yang berkaitan dengan sekaten. Pria yang sudah sejak muda merantau ke Solo ini pun senang saat bisa menyaksikan ada kegiatan adat yang dihelat oleh Keraton Kasunanan Surakarta itu.

Oleh sebab itu dirinya juga percaya bisa mendapat keberkahan jika ikut merebut janur, kinang, dan telur asin pada kegiatan itu. "Saya dapat telur asin, kebetulan ini tadi nggak dapat suruh kinangnya," kata dia.

Upacara adat Miyos Gangsa juga dipandang sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya oleh sebagian besar masyarakat. Karena itulah Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Muslimat Surakarta menurunkan 75 anak didiknya untuk menyaksikan upacara adat untuk kemudian dilaporkan sebagai tugas keluar sekolah. 

Upacara adat Miyos Gangsa juga sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya, Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Muslimat Surakarta mengajak 75 anak didiknya untuk menyaksikan upacara adat itu.
Upacara adat Miyos Gangsa juga sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya, Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Muslimat Surakarta mengajak 75 anak didiknya untuk menyaksikan upacara adat itu.

Pada pelaksanaan upacara adat itu, para siswa diberi bekal uang saku untuk membeli ubo rampe dan makanan khas yang ada di lokasi tersebut. Pengajaran diluar sekolah itu jadi kegiatan rutin yang setiap tahun dilakukan pada siswi kelas IX di lembaga pendidikan yang beralamat di Kauman itu.

"Kebetulan ini mapel Bahasa Daerah, kami ajak anak-anak kelas IX untuk menyaksikan peristiwa budaya ini. Mereka kami minta untuk melaporkan hal-hal terkait sekaten dan kami beri uang saku untuk membeli sejumlah ubo rampe yang ada di sekaten untuk kemudian mereka laporkan," ucap Martini, Guru Bahasa Jawa yang mendampingi kegiatan belajar di luar sekolah itu. 

Sekadar informasi, upacara adat Miyos Gangsa Sekaten itu merupakan rangkaian kegiatan dari upacara adat Grebeg Maulud yang nantinya akan dihelat pada 28 September mendatang. Pada Kamis (21/9) ini gangsa akan dimaikan hingga Azhar, sementata di hari selanjutnya akan terus dibunyikan hingga puncak kegiatan Grebeg Maulud dengan dikeluarkannya dua gunungan yang akan diarak dari Keraton Kasunanan ke Masjid Agung Surakarta pada Kamis (28/9) mendatang itu. 

"Hari ini awal dibunyikannya gangsa kagungan dalem Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari. Hari ini hanya sampai azhar sesuai ketentuan dan dilanjutkan syiar agama di Masjid Agung. Ini akan berlangsung sampai Kamis depan dan ditutup dengan Grebeg Maulud. Kalau rebutan janur, kinang, dan telur asin itu adalah simbol simbol yang penuh makna," imbuh Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat KGPHA Dipokusumo di sela kegiatan. (ves)

Editor : Damianus Bram
#Masjid Agung Surakarta #sekaten #Miyos Gangsa #Gamelan Sekaten #keraton kasunanan surakarta