RADARSOLO.COM – Meski hujan belum bisa diprediksi kapan akan turun, Bulog memastikan tak akan mengganggu stok beras saat ini, terutama di kawasan eks Karesidenan Surakarta. Harga beras masih bisa dikendalikan.
Kepala Perum Bulog Kota Surakarta Andy Nugroho menjelaskan, masih ada stok 15.000 ton beras di gudang Bulog. Stok ini diklaim aman, hingga musim panen pada awal tahun depan.
Dijelaskan Andy, sepanjang sembilan bulan terakhir, Bulog telah melakukan pengadaan pangan mencapai 30 ribu ton beras. Di mana sebagian telah didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat di wilayah eks Karesidenan Surakarta.
Bulog juga memiliki stan jualan secara langsung ke warga untuk Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bisa dibeli oleh warga seharga Rp 10.200 per kilogram atau Rp 51.000 per 5 kg dengan kualitas medium.
Andy menambahkan bantuan pangan untuk wilayah Solo dan sekitarnya mencapai 5.338 ton per bulan. "Bulog sudah menyelesaikan September lalu, sedangkan Oktober dan November, di eks Karesidenan Surakarta masing-masing sebanyak 5.338 ton per bulan, sehingga total tiga bulan 16.014 ton untuk KPM," ungkapnya.
Wakil Kepala Perum Bulog Surakarta Andrew R. Shahab menambahkan, bantuan pangan untuk alokasi Oktober, akan dilakukan pada pekan kedua.
"Bantuan beras di Solo dan sekitarnya yang diperuntukkan bagi 533.828 KPM. Diharapkan bisa menekan harga beras yang cukup tinggi mencapai Rp 14.000 per kg beras kualitas premium," tuturnya.
Andrew mengatakan, dalam kegiatan operasi pasar di pasar-pasar tradisional, Bulog menjual beras kualitas medium maksimal Rp 10.900 per kg.
"Bulog melakukan hal tersebut sejak awal tahun dengan melakukan distribusi ke pengecer di pasar dan operasi pasar dengan total sebanyak 16.500 ton, untuk menekan harga beras," ujarnya. (atn/nik)
Editor : Damianus Bram