RADARSOLO.COM - Soud binti Abdul Kadir Al Jufri kini bisa bernafas lega usai uang tunai miliknya yang ludes terbakar pada saat kebakaran di Kampung Joyosudiran RT 02 RW 12 Kelurahan Pasar Kliwon, Selasa (3/10) diganti Bank Indonesia.
Kebakaran di Kampung Joyosudiran, Pasar Kliwon, yang terjadi Selasa (3/10) sore hingga malam hari itu merupakan salah satu kebakaran besar yang terjadi di Kota Bengawan. Kebakaran yang menghanguskan satu gudang rongsok, satu pabrik, dan enam rumah warga itu jadi salah satu kebakaran di pusat kota yang mendapat perhatian dari banyak pihak.
Pada kejadian itulah Soud, yang rumahnya berdekatan dengan titik api tak bisa menyelamatkan banyak barang saat melihat kediamannya mulai tersambar api. Namun yang membuat Soud sedih bukanlah karena rumah yang hangus terbakar, dirinya lebih khawatir karena ada Rp 11 juta uang yang di simpan dalam tas kresek ikut terbakar. "Duit (uang) dapat arisan (pedagang) Pasar Klewer Solo. Rp11 juta ini. Yang Rp 5 juga uang tagihan," kata dia.
Merespon kejadian tersebut, Bank Indonesia (BI) Surakarta mengganti segepok uang tunai yang hangus terbakar itu. Setelah menerima berita ada salah satu korban kebakaran uangnya juga turut terbakar, Tim Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) BI Solo segera mendatangi Ibu Soud dan mengajak ke BI Solo untuk dibantu identifikasi uang yang terbakar dan dilakukan penggantian.
"Setelah dilakukan penelitian keaslian uang dan dihitung uang yang terbakar itu jumlahnya senilai Rp 9.150.000 yang terdiri dari pecahan 100 ribuan sebanyak 90 lembar dan pecahan 50 ribuan sebanyak 3 lembar. Atas uang yang terbakar tersebut telah diberikan penggantian penuh," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Nugroho Joko Prastowo.
BI turut prihatin terhadap bencana kebakaran yang terjadi di Pasar Kliwon beberapa hari lalu. Pihaknya berharap bantuan bisa sedikit meringankan korban, termasuk korban seperti ibu Soud tersebut. "Kami juga menghimbau agar masyarakat dapat segera menyetorkan uang tunainya ke bank agar lebih aman dan selanjutnya bertransaksi secara non tunai," imbuh dia. (ves)
Editor : Damianus Bram