RADARSOLO.COM – Cuaca panas ekstrem yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir berpotensi menghambat penataan landskap Taman Balekambang, Solo yang kini tengah menyentuh masa akhir revitalisasi. Terutama untuk penatan area hijau menjadi kurang optimal.
Kepala Balai Perencana Pembangunan Wilayah Jawa Tengah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Kuswara mengungkapkan, suhu ekstrem membuat upaya penanaman area hijau seperti rumput, perdu, dan pepohonan menjadi kurang optimal.
“Panas yang berkepanjangan seperti ini jadi tantangan tersendiri dalam penataan landscape di lokasi. Curah hujan kurang, sudah dibantu dengan penyiraman ternyata kurang maksimal juga,” terang dia, Jumat (6/10).
Penataan landskap yang kurang sempurna itu berkaitan dengan upaya beutifikasi yang kurang maksimal karena cuaca panas ekstrem di musim seperti ini. Saat ini, progres pekerjaan telah menyentuh 70 persen.
“Batas akhirnya tetap di Desember. Sekarang progresnya sudah 70 persen. Mudah-mudahan bisa sesuai dengan rencana (percepatan penyelesaian, Red),” ujar Kuswara.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, telah menerima informasi perihal perkembangan dan kendala-kendala pengerjaan di lapangan. Termasuk kendala yang disebabkan panas ekstrem yang berdampak pada kurang maksimalnya pengerjaan landskap dan area hijau di Taman Balekambang saat ini.
“Nggak apa-apa, nanti kita tindak lanjuti lagi ya,” tutur Gibran. (ves/bun/ria)
Editor : Syahaamah Fikria