RADARSOLO.COM - Geger di Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta kemarin disebut pihak PB XIII hanya salah paham. Pengageng Sasana Wilapa KP Hadi Dani Nur Adiningrat mengatakan, keributan terjadi saat PB XIII sedang berkeliling di area dalam keraton.
"Tadi pagi (kemarin) kejadiannya di sisi Kori Kamandungan sebelah dalam. Jadi tadi pagi Sinuhun (PB XIII) dawuh, menghendaki berkeliling di kawasan keraton sebelah dalam. Di Narendra, di Langen Katon, di Pelataran, lalu beliau menunju ke pintu utama Keraton di Kamandungan," ungkap Dany.
Sinuhun disebut Dany juga sempat meminta untuk mengganti kunci pintu utama Kori Kamandungan bagian tengah. Sebab, PB XIII tidak memiliki kunci pintu tersebut. Sebab, pintu itu akan dibuka bila ada ritual-ritual besar.
PB XIII juga sempat melaksanakan ritual untuk meditasi di depan pintu Kori Kamandungan sisi timur. Sembari menunggu pergantian kunci pintu utama.
"Saat abdi dalem sedang caos dahar (melayani makan), beliau (PB XIII) menginginkan bermeditasi dan menghendaki pintu kecil ditutup selama melakukan ritual itu. Dan setelah ritual selesai akan dibuka kembali," urai Dany.
Namun ternyata kegiatan mengganti kunci pintu Kori Kamandungan dan ritual yang dijalankan oleh PB XIII itu membuat salah paham dari sejumlah orang.
"Ada beberapa pihak yang beranggapan pintu akan ditutup selamanya. Seperti diketahui, selama bertahun-tahun sebenarnya pintu Kamandungan tidak ditutup permanen. Pun akan dibuka juga apabila Sinuhun menghendaki kalau dibuka atas izin beliau," kata dia.
Percekcokan tersebut kabarnya terjadi antara kubu PB XIII dengan kubu cucu dan keponakan raja. Salah satunya adalah adik PB XIII, GKR Wandansari yang selama ini berseberangan.
"Jadi sempat pintu akan dibuka tapi karena Sinuhun sedang ritual jadi ada yang menghalangi. Maka terjadilah sedikit percekcokan di situ. Ada adu argumen," ujar dia
Namun setelah ada penjelasan, kedua pihak disebut Dany berangsur-angsur membaik dan perseteruan tidak berlanjut. (atn/bun)
Editor : Damianus Bram