RADARSOLO.COM-Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation bersama META and Do Something Indonesia kembali menggelar Program Asah Digital 3.0 yang dihelat di tiga kota berbeda dalam beberapa waktu ke depan.
Solo menjadi kota pertama berlangsungnya program tersebut sebelum menyambagi berbagai anak muda yang ada di Aceh dan Manado akhir Oktober dan awal November mendatang.
Kepala Divisi Program YCAB Foundation Amanda Kalangit mengungkapkan, Program Asah Digital 3.0 ini merupakan program yang telah dijalankan sejak beberapa tahun sebelumnya.
Pada pelaksanaan program yang kali ketiga dilakukan ini, YCAB mengangkat isu yang sedikit berbeda dari sebelumnya, yakni kewarganegaraan digital dan partisipasi pemuda dalam ruang politik.
Dikemas apik dalam pembahasan-pembahasan yang berkaitan dengan penggunaan platform digital melalui media sosial dan sebagainya.
“Kegiatan hari ini kick off dari rangkaian kegiatan Asah Digital 3.0. Tahun ini agak sedikit berbeda karena isu yang kita angkat terkait kewarganegaraan digital, bagaimana partisipasi pemuda dalam ruang politik.
Jadi partisipasi politik pemuda dalam komunitas mereka masing-masing itu seperti apa,” ucap Amanda di sela Talkshow Asah Digital 3.0 di FEB UNS, Selasa (10/10/2023).
Kegiatan Asah Digital 3.0 yang dihelat di Kota Bengawan akan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, YCAB menggandeng sejumlah pihak. Antara lain Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo, dan civitas akademika dari FISIP UNS.
Hari kedua akan dilakukan Forum Group Discussion (FGD). Peserta akan dibagi dalam sejumlah kelompok kecil, beranggotakan 5-10 orang.
Peserta yang mayoritas mahasiswa itu akan dimentoring selama sebulan penuh untuk melakukan kampanye advokatif yang nantinya bisa disebarluaskan di media sosial masing-masing.
“Anak muda ini kan lebih sadar ya akan privasi dan keamanan data mereka. Mereka punya kesadaran yang lebih dari generasi lain. Alasan mengapa menyasar pemuda, karena kami menginginkan adanya triple effec," jelasnya.
"Pemuda bisa membuat aksi nyata untuk menjangkau masyarakat lain di akar rumput. Kaitannya dengan pemilu kami harap mereka lebih aware (sadar, Red),” imbuh Amanda.
Dalam kegiatan itu, masing-masing pemateri, antara lain dosen Sosiologi FISIP UNS Rezza Dian Akbar, Perludem, Bawaslu Kota Solo membawakan bahasan-bahasan apik dan menarik bagi 200 mahasiswa peserta seminar.
Sekadar informasi, setelah dari Kota Solo, program Asah Digital 3.0 akan dilanjutkan ke kota-kota lainnya. Yakni di Aceh pada 24-26 Oktober. Berlanjut ke Manado 31 Oktober hingga 2 November.
“Kami lihat anak muda di Solo cukup aktif dan banyak event yang melibatkan anak muda,” imbuh Amanda.
Sementara itu, Poppi Kusuma, komisioner Bawaslu Kota Solo meminta mahasiswa harus berperan aktif dalam pengawasan dan pemilu itu sendiri.
“Adik-adik sebagai pemilih pemula dalam menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara harus bijaksana. Nanti di 14 Februari 2024 akan memilih lima surat suara, kemudian di September 2024 akan ada Pilkada serentak. Adik-adik harus berpartisipasi, jangan sampai golput, juga ikut mengawasi proses jalannya Pemilu dan Pilkada agar berjalan baik,” papar dia. (ves/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono