RADARSOLO.COM – Penataan Koridor Pasar Gede-Ketandan tengah dilakukan DPUPR Kota Surakarta kian intens sejak dimulai pembangunannya belum lama ini.
Sayangnya para pengguna jasa parkir, khususnya kendaraan roda empat enggan untuk diarahkan masuk gedung parkir Ketandan.
Warga pilih berdesakan di Jalan R.E Martadinata yang kini sedang dalam tahap penataan dengan banyaknya material bangunan. Pekerjaan konstruksi yang ada di dalamnya jadi ikut terganggu.
“Sebetulnya ya bikin macet, kadang yang mau lewat harus menunggu mobil keluar masuk parkiran dulu. Padahal mereka tahu kalau sedang ada proyek, tapi ngeyel masih saja parkir di pinggir jalan. Wong ya sudah ada gedung parkir, mbok langsung parkir di sana saja,” keluh Arifin, 31, salah seorang pemotor yang rutin melintas kawasan itu saat pagi hari.
Pengemudi mobil yang enggan parkir di gedung parkir Ketandan, beralasan hanya mampir sebentar untuk membeli keperluan dari toko yang ada di Jalan R.E Martadinata.
“Kan cuma sebentar, ini juga masih bisa buat lewat kok. Saya pepetkan nanti mobilnya,” kata salah seorang pemilik kendaraan roda empat yang enggan menyebutkan namanya kala berbincang dengan koran ini.
Penataan koridor ini kedepannya akan mirip seperti yang ada di Koridor Gatot Subroto. Yakni dilengkapi dengan kanopi dan lampu jalan yang indah. Penataan didanai APBD 2023 senilai Rp 3,1 miliar, yang diperkirakan rampung 18 November mendatang.
“Jadi di situ kan sudah ada gedung parkir, ya harus dimanfaatkan. Misalnya masyarakat alasannya malas karena jalannya tidak nyaman, kan ini lagi diperbaiki,” hemat Kepala DPUPR Kota Surakarta, Nur Basuki. (ves/nik)
Editor : Damianus Bram