RADARSOLO.COM – Ratusan tenant kuliner berisi aneka jajanan jadul hingga modern memanjakan pengunjung Festival Jajan Solo di Pamedan Pura Mangkunegaran mulai Jumat-Minggu (20-22/10).
"Ada banyak sekali tenant yang unik-unik dan baru. Ini bukan sekadar festival yang monoton menyajikan makanan tertentu, tapi beragam. Harapannya pengunjung bisa happy menikmati festival ini," kata inisiator Festival Jajan Solo Hestu Nugraheni.
Grebeg gunungan makanan ringan dan hasil bumi menandai dibukanya Festival Jajan Solo, Jumat sore. Ratusan pengunjung antusias berebut gunungan hingga ludes tak bersisa.
Sementara di sektor tenant, tampak kuliner lezat UMKM siap memanjakan lidah pengunjung. Ada cambuk rambak, tahu petis, gudeg, es puter dan sebagainya.
Tak ketinggalan, tren makanan korea, dimsum, dan kuliner modern lainnya juga hadir mengikuti festival ini.
"Harga jajanan mulai dari Rp 3 ribu sampai Rp 45 ribu. Kami menargetkan sekitar 30 ribu lebih pengunjung bisa hadir di festival ini," kata Hestu.
Event ini diharapkan bisa mengeksiskan kuliner UMKM sehingga bisa memberi dampak berkelanjutan bagi mereka.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop dan UKM) Kota Solo Wahyu Kristina mengapresiasi penyelenggaran Festival Jajan Solo.
Dia mengatakan, festival ini berpeluang menjadi gelaran rutin tiap tahun di Kota Bengawan. Melihat eksistensi jajanan lokal merupakan salah satu ikon dari Kota Solo sendiri.
"Sekarang wisatawan kalau datang di Solo pasti mencarinya kuliner lokalnya. Eksistensi jajanan lokal ini yang harus kita jaga. Karena banyak UMKM yang mungkin baru mengikuti pameran tapi cukup potensial. Bisa saja event ini bisa menjadi gelaran rutin tiap tahun," ujar dia. (ul/bun/ria)
Editor : Syahaamah Fikria