Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jelang Piala Dunia U-17: Diminta Segera Pindah, Pedagang Selter Manahan Minta Kompensasi

Silvester Kurniawan • Senin, 23 Oktober 2023 | 14:30 WIB
BERSIH: Suasana di Selter Manahan, kemarin.
BERSIH: Suasana di Selter Manahan, kemarin.

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta bakal mengosongkan selter Manahan pada 25 Oktober hingga 5 Desember. Ini dilakukan guna menunjang pelaksanaan Piala Dunia U-17 yang akan dihelat dalam waktu dekat. Seratusan pedagang setempat minta kompensasi pemerintah. Sebab, mereka harus libur berjualan selama 40 hari.

Salah seorang pedagang selter Manahan Surati mengungkapkan, saat ini dia tengah bersiap-siap untuk meliburkan usaha ayam gepreknya di selter kuliner tersebut. Penutupan itu sesuai surat edaran yang diterbitkan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta pada 17 Oktober lalu. Intinya selter Manahan harus steril pada 25 Oktober hingga 5 Desember. Atau selama perhelatan Piala Dunia U-17 pada 10 November hingga 2 Desember.

“Ini sudah mulai siap-siap untuk beres-beres. Kan Rabu (25/10) besok sudah harus kosong,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (22/10) kemarin.

Seratusan pedagang ini dihadapkan pada pilihan kurang menguntungkan. Mereka harus menutup usaha selama 40 hari sesuai yang diinformasikan oleh pemerintah. Sebab itu, para pedagang menuntut ada subsidi dari pemerintah agar mereka yang hanya memiliki satu usaha tetap bisa memenuhi kebutuhan harian selama usaha mereka tutup sementara.

“Tutup sebulan lebih. Kalau saya rata-rata sekarang per bulan hanya bisa dapat Rp 3.000.000 (pendapatan bersih, Red). Itu pun sudah bagus. Soalnya sekarang ini selter sepi pembeli. Kalau dibandingkan dengan penghasilan selter lama (sebelum revitalisasi, Red) jauh banget. Semoga nanti setelah piala dunia selternya bisa dipromosikan lagi biar ramai,”  harap Surati.

Ketua Paguyuban Pedagang Shelter Manahan Koko Kuncoro membenarkan, pedagang setempat diwajibkan mengosongkan selter per Rabu (25/10) hingga 5 Desember. Sesuai dengan koordinasi terakhir, pedagang kompak menyampaikan keinginan adanya bantuan subsidi dari pemerintah.

“Harapan pedagang ya semoga benar ada bantuan dari pemerintah. Bentuknya apa kami tidak ngarani (tidak meminta secara spesisfik, Red) asal ada bantuan saja sudah sangat membantu,” beber Koko.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta Heru Sunardi berharap pedagang bisa mengikuti arahan pemkot agar penyelenggaraan Piala Dunia U-17 bisa berlangsung lancar. Disdag juga telah menyampaikan keinginan pedagang soal bantuan subsidi kepada wali kota.

“Ini berlaku bukan hanya untuk pedagang selter Manahan dan Kota Barat, tapi juga untuk pedagang di lapangan pendamping yang digunakan. Untuk permohonan bantuan subsidi sedang kami upayakan. Nanti kami akan upayakan juga pedagang yang ingin tetap jualan bisa memakai selter kuliner yang dikelola pemkot,” terang Heru. (ves/bun)

Editor : Damianus Bram
#sterilisasi #stadion manahan #selter manahan #Piala Dunia U-17 #Disdag Kota Surakarta