Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sambut Piala Dunia, Kawasan Manahan Terus Berbenah: Sterilisasi Dimulai Hari Ini

Antonius Christian • Kamis, 26 Oktober 2023 | 16:42 WIB
MULAI STERILISASI: Perawatan lapangan utama Stadion Manahan terus dilakukan dengan melakukan penyiraman rutin agar rumput tetap terjaga.
MULAI STERILISASI: Perawatan lapangan utama Stadion Manahan terus dilakukan dengan melakukan penyiraman rutin agar rumput tetap terjaga.

RADARSOLO.COM – Persiapan menjadi salah satu penyelenggara Piala Dunia U-17 terus dilakukan pemkot. Terutama di arena dalam stadion maupun di luar. Mulai hari ini (25/10) seluruh kawasan stadion disterilisasi. Perawatan maupun penambahan sejumlah fasilitas terus dikebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo di area Stadion Manahan kemarin, sejumlah persiapan teknis mulai dilakukan. Di antaranya pelatihan bagi petugas teknis pendukung Piala Dunia U-17 seperti steward dan driver. Kemudian penyiraman rutin rumput lapangan utama dan pendukung, pengecetan sejumlah titik dan penambahan fasilitas penerangan di sekitar area stadion.

"Besok pagi (hari ini mulai sterilisasinya)," beber Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta Rini Kusumandari saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Rabu (25/10). 

Bukan hanya venue utama saja, seluruh lapangan pendamping juga disterilisasi. Termasuk Stadion Sriwedari, Lapangan Banyuanyar, Lapangan Kotabarat, hingga Lapangan Sriwaru.

"Sterilisasi semua sebenarnya mulai 27 Oktober. Namun untuk Stadion Manahan memang maju 26 Oktober karena ada kegiatan jadi saya tutup sekaligus," tambah Rini.

Lapangan pendamping bukan hanya di Kota Bengawan saja. Diketahui ada dua venue tambahan. Yakni Lapangan Blulukan, Karanganyar dan Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS).

Di 27 Oktober, rencananya FIFA sudah sampai ke Kota Bengawan. Diketahui, mereka bakal berkantor di dalam Stadion Manahan. 

"Kantornya di dalam Stadion Manahan. Kami tidak tahu rencana berkantornya kapan. Tapi info dari PSSI mereka mulai terjadwal tanggal 27 Oktober ini ke Solo. Tapi masuknya ke Stadion Manahan belum dapat update. Infonya 27 sampai Solo. Mungkin 28 baru berkantor di Manahan," kata Rini.

Mengenai kantor FIFA, Rini mengungkapkan, ruangannya sudah klir. Karena ruangan di stadion juga sudah ber-AC semua.

"Tinggal kami menyiapkan untuk perkantoran steward di bawah tribun timur. Untuk flooring-nya sudah kami siapkan lalu AC selesai dipasang," sambung Rini.

Mengenai perbaikan, Rini mengklaim terakhir tinggal pemasangan lampu di kawasan. Pengerjaan tersebut maksimal selesai pada 27 Oktober. Di tanggal tersebut, Stadion Manahan sudah menjadi otoritas FIFA. Wacana Persis Solo versus Bhayangkara di Stadion Manahan juga tertepis. Praktis, Laskar Sambernyawa benar-benar harus mengungsi hingga Piala Dunia U-17 rampung.

Baca Juga: Jelang Piala Dunia U-17: Diminta Segera Pindah, Pedagang Selter Manahan Minta Kompensasi

"Mestinya tidak (tidak jadi Persis vs Bhayangkara di Manahan). Tidak ada permohonan masuk sampai sekarang. Pasti tidak jadi," kata Rini.

Sementara itu, gairah Piala Dunia U-17 di Solo mulai terasa. Untuk semakin menyemarakkannya, bakal ada Thropy Experience di CFD, 5 November mendatang.

"Tempatnya di Jalan Diponegoro Ngarsopuro. Tapi kami belum rapat lagi. Nanti rencananya di situ 5 November. Masih belum ada update terbaru," tambahnya.

Sementara itu, sebanyak 130 pedagang di selter Manahan mulai membereskan dagangan mereka di kios masing-masing kemarin. Sebab, sejak kemarin, mereka harus pindah sementara selama pelaksanaan Piala Dunia U-17 pada 10 November hingga 2 Desember.

“Sesuai kesepakatan selter tutup mulai 25 Oktober. Saya pikir seluruh masyarakat akan rela untuk mendukung kelancaran event ini,” terang Rini.

Ketua Paguyuban Pedagang Selter Manahan Koko Kuncoro membenarkan, selter Manahan harus dikosongkan mulai kemarin. Sebanyak130 pedagang setempat seluruhnya mengikuti arahan pemerintah untuk tutup selama event Piala Dunia U-17 berlangsung.

“Pedagang di sini ada 120 pedagang siang dan 10 pedagang jualan saat malam. Totalnya ada 130 pedagang. Hari ini mulai libur, kami harap benar-benar ada bantuan pemerintah untuk kami,” papar Koko.

Di bagian lain, Polresta Solo mendapat penebalan personel jelang perhelatan Piala Dunia U-17. Para personel ini akan disiagakan guna pengamanan laga.

Wakapolresta Solo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan, setidaknya satu satuan setingkat kompi (SSK) atau setara 65 personel Dalmas Polda Jawa Tengah diperbantukan di poleresta.

"Jadi kami mendapat tambahan personel dari polda. Tentu ini sangat membantu di pengamanan laga. Mengingat kami juga menjalankan Operasi Mantap Brata dalam rangka pengamanan jelang pemilu," ujar Catur.

Soal fokus piala dunia, lanjut Catur, pengamanan tentu akan dilaksanakan di venue acara, kemudian lokasi kantor FIFA, lapangan penunjang, hingga lokasi penginapan timnas yang bertanding di Solo.

"Untuk personel yang diterjunkan pada tiap laga masih akan kami godok lagi. Yang jelas sesuai standar FIFA kami berada di ring 2 dan 3, sedangkan ring satu nanti ada steward," ujarnya

"Meski timnas kita pada babak penyisihan grup tidak bermain di Manahan, namun kami tetap akan melakukan pengamanan secara all out. Semua sudah siap," papar Catur (nis/ves/atn/bun)

Editor : Damianus Bram
#sterilisasi #driver #stadion manahan #Steward #Piala Dunia U-17