Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Taman Balekambang dan Radya Pustaka Siap Bertiket

Silvester Kurniawan • Jumat, 27 Oktober 2023 | 17:21 WIB
HATI-HATI: Abdi Dalem Keraton Solo bersama pengelola museum menggelar doa bersama dan membersihkan Canthik Rajamala pada rangkaian Festival Rajamala di Museum Radya Pustaka (24/10).
HATI-HATI: Abdi Dalem Keraton Solo bersama pengelola museum menggelar doa bersama dan membersihkan Canthik Rajamala pada rangkaian Festival Rajamala di Museum Radya Pustaka (24/10).

RADARSOLO.COM Retribusi atau tiket masuk bagi pengunjung Taman Balekambang dan Museum Radya Pustaka akan diterapkan awal tahun depan.

Dengan catatan jika raperda tentang pajak dan retribusi yang kini telah masuk masa evaluasi benar-benar bisa disahkan dalam waktu dekat.

Penerapan retribusi ini diharapkan bisa mendongkrak realisasi PAD yang ada di Kota Solo kedepannya. Selama ini dua lokasi wisata masyarakat tersebut masih gratis.

"Kami dukung penuh. Saya pikir sudah saatnya untuk mulai dikenakan tarif masuk bagi pengunjung. Lebih-lebih situasi di Taman Balekambang jauh lebih menarik setelah revitalisasi nanti rampung. Kemudian untuk Radya Pustaka saya pikir memang sudah saatnya untuk mulai berbayar," terang Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Solo Tulus Widajat, kemarin (26/10).

Bapenda mengutarakan tarif masuk Rp 5 ribu untuk pengunjung Taman Balekambang dan Rp 5 ribu-Rp 10 ribu untuk pengunjung Museum Radya Pustaka tidak akan memberatkan masyarakat.

"Saat ini kan masyarakat memiliki pola hidup yang bergeser. Kini wisata jadi salah satu bagian kebutuhan hidup. Saya pikir potensinya akan tetap baik, walau mulai berbayar. Masyarakat tidak akan keberatan untuk membayar tiket masuk dengan nominal yang tidak besar seperti itu," papar Tulus.

Realisasi PAD yang ditargetkan oleh Pemkot Surakarta memang harus disiasati lewat beberapa langkah. Ini penting dilakukan, mengingat rata-rata kenaikan target PAD dari tahun ke tahun sekitar 6,1 persen.

"Ini akan menunjang PAD (Solo) yang juga sudah ditambahkan diperubahan, dari Rp 522,5 miliar jadi Rp 524,045 miliar. Kami optimistis pos pendapatan yang baru seperti itu bisa mendongkrak PAD di tahun depan," papar kepala bapenda.

Sebelumnya, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menyebut serapan PAD Kota Solo belum cukup maksimal. Perlu dilakukan berbagai upaya untuk bisa mengoptimalkan serapan dari sektor pajak dan retribusinya.

"Memang harus ditingkatkan biar bisa nutup kebutuhan yang juga meningkat (menutup kebutuhan pembiayaan daerah yang baik dari tahun ke tahun, Red)," ujarnya belum lama ini. (ves/nik)

Editor : Damianus Bram
#taman balekambang #museum radya pustaka #kota solo #retribusi