RADARSOLO.COM – Tiga besar kandidat calon sekretaris daerah (sekda) Pemkot Solo telah mejalani debat dan umbar gagasan di depan publik, Sabtu malam (28/10) kemarin. Lokasinya di Pendapi Gedhe, Balai Kota Solo.
Tiga calon sekda tersebut adalah Kepala Badan Kepegawaian Keuangan dan Aset Daerah Kota Solo, Budi Murtono; Sekretaris DPRD Kota Solo Kinkin Sultanul Hakim; dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Solo, Tulus Widajat.
Ketiga calon sekda selanjutnya tinggal menunggu dipilih oleh Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, sebelum diumumkan ke publik pada 1 Desember mendatang. Tanggal ini bersamaan dengan masa purnatugas sekda sebelumnya.
“Mas wali (sapaan akrab Gibran) menginginkan adanya debat. Bisa dibilang seperti dialog interaktif yang diikuti tiga kandidat sekda yang telah terpilih sampai saat ini. Fungsinya untuk mengenalkan calon-calon sekda ini pada OPD-OPD, stakeholder, dan organisasi kemasyarakatan yang ada di tingkat kelurahan sampai tingkat kota,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surakarta Dwi Ariyatno, kemarin (29/10).
Sesuai mekanisme dan tahapan seleksi sekda, sejatinya acara dialog interaktif itu tidak masuk dalam rangkaian proses seleksi.
Mengingat mekanisme seleksi telah rampung, hingga akhirnya terpilihnya tiga besar pada akhir September lalu. Acara ini hanya sebatas sosialisasi calon.
“Ya sebetulnya aturannya sih tidak ada, karena kan seleksi yang dimulai dari Agustus dengan pembukaan terus pengumpulan syarat-syarat hingga kemudian muncul sembilan kandidat yang memenuhi persyaratan administratif. Setelah itu kemudian diseleksi pada September lalu, dan akhirnya mengerucut ke tiga kandidat ini. Tiga kandidat ini sah dan nanti tinggal hak prerogatif wali kota untuk memilih satu. Jadi intinya tinggal nunggu putusan mas wali saja,” terang Dwi.
Selanjutnya, pejabat sekda yang baru akan diumumkan pada 1 Desember mendatang, bersamaan dengan berlakuknya masa purna tugas sekda yang lama (Ahyani, Red).
Diperkirakan pengumuman sekda yang baru akan dilakukan jelang pelantikan pada 1 Desember mendatang.
“Ini masih ada waktu sebulan sampai nanti diumumkan di waktu-waktu terakhir. Pak Sekda (Ahyani, Red) yang sekarang ini kan pensiun di satu Desember jadi kita masih punya November nanti untuk Mas Wali menentukan satu yang dianggap paling baik untuk nanti diumumkan waktu bersamaan dengan Sekda yang sebelumnya pensiun jadi saat Sekda yang lama pensiun langsung dilantik sedang yang baru,” kata dia.
Sekadar informasi, jabatan sekda merupakan jabatan pegawai yang paling tinggi yang ada di sistem pemerintaan daerah.
Oleh sebab itu proses seleksinya dilakukan dengan hati-hati guna mendapat calon terbaik untuk bisa membantu tugas-tugas kepala daerah.
Semakin banyak pengalaman calon sekda dijalani, tentu akan semakin menambah wawasan dalam mengemban jabatan sekda kedepannya ketika nanti terpilih.
“Saya memulai pekerjaan di Pemkot Surakarta itu dari pegawai biasa. Kemudian menjadi kepala seksi, kepala bidang, kepala dinas, sampai jabatan sekda,” ucap Sekda Solo Ahyani saat ramah tamah dengan sejumlah awak media jelang masa purna tugas belum lama ini.
Ahyani menuturkan posisi sekda tentu jadi sebuah tanggung jawab yang tak mudah. Terlebih dia juga akan berada pada lingkup untuk memberikan informasi ke media, soal perkembangan Solo seperti apa saat ini.
“Jadi apapun itu, bahkan yang sifatnya kurang baik sebetulnya tidak masalah disampaikan. Tapi asal informasinya benar. Jadi setiap informasi harus diungkapkan, karena jadi salah satu bagian dari pengawasan publik terhadap kinerja kerja pemerintah juga,” tuturnya. (ves/nik)
Editor : Damianus Bram