RADARSOLO.COM - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Solo resmi produksi listrik sebanyak 8 megawatt (MW) mulai Senin (30/10).
Menimbang kebutuhan sampah untuk produksi sangat besar, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo membuka daerah lain untuk mengirimkan sampah di wilayah mereka secara berkala.
Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) Elan Suherlan mengungkapkan, proyek PLTSa disiapkan sejak 2016 lalu. Butuh waktu tujuh tahun sampai bisa beroperasi seperti yang diharapkan mulai kemarin.
Sebelumnya PLTSa telah melalui berbagai tahap pengujian. Di antaranya uji emisi demi mengeluarkan sertifikat laik operasional (SLO) dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
Setelah semua beres, per Senin (30/10) ini PLTSa mulai pemproduksi listrik secara teratur dengan target 8 MW dalam setiap harinya.
“Jadi ada 29 sertifikat yang diperlukan agar PLTSa ini laik operasi. Dengan peresmian ini secara sistem kami sudah siap untuk mengoperasikan ini untuk menyalurkan energi listrik ke PLN. Produksinya 8 megawatt, yang dijual ke PLN sekitar 5 megawatt,” terang Elan di peresmian kesiapan pengoperasionalan PLTSa Solo di TPA Putri Cempo, Mojosongo kemarin (30/10).
Untuk penyaluran 5 megawatt ke PLN itu, PT SCMPP telah membangun jaringan penunjang agar bisa menyalurkan listrik ke Gradu Induk PLN di Palur.
Jaringan listrik sepanjang 6 kilometer dengan kategori tegangan menengah 20 KV itu mulai dirintis sejak uji coba jauh-jauh hari. Sehingga pengiriman listrik yang bisa diproduksi telah tersalurkan dengan baik ke PLN.
“Sebanyak 5 megawatt ini kalau dialirkan ke jaringan rumah tangga 900 watt 5,5 juta jaringan. Dalam 8-9 tahun ke depan proses ini sudah bisa menutup biaya pembangunan dan operasional hariannya,” beber Elan.
Sekadar informasi, untuk bisa menghasilkan listrik sebesar 8 megawatt PLTSa memerlukan 545 ton sampah yang bisa diolah dalam sehari. Dalam 5-7 tahun ke depan, gunungan sampah di TPA Putri Cempo diprediksi akan selesai.
Untuk menunjang hal itu, pemkot mulai ancang-ancang untuk berkoordinasi dengan sejumlah pemerintah daerah sekitar terkait kebutuhan sampah yang diperlukan itu.
“Jadi dari Solo Raya nanti akan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan sampah di sini. Mungkin baru akan dilakukan 5 tahun ke depan ya. Tapi komitmennya akan kami ikat dari sekarang karena ini solusi. Yang penting gunungan sampah ini bisa habis dulu,” Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka kemarin. (ves/bun)
Editor : Damianus Bram